Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Sekolah Sabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah Sabat. Tampilkan semua postingan
13.55
Sabat Petang
Bacalah Untuk Pelajaran Pekan ini : Amos 1-2; Yes. 58; Luk. 12:47,48; I Raj. 8:37-40; Amos 4:12,13; Obaja.
Ayat Hafalan: "Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?" (Amos 3:8).
Pokok Pikiran : Tindakan yang tidak manusiawi adalah dosa terhadap Allah dan akan dihakimi oleh karena hal itu.
Di dalam Alkitab, singa sering digambarkan sebagai raja dunia binatang. Kehadirannya menimbulkan keagungan dan kekuatan yang luar biasa seperti halnya juga keganasan dan kekuatan yang merusak. Bahkan ketika tidak berburu, singa dapat terdengar, aumannya terdengar bermil-mil. Amos, seorang gembala, yang dikirim ke bangsa Israel untuk memperingatkan mereka bahwa ia telah mendengarkan singa mengaum —dan singa itu tidak lain adalah Tuhan mereka! Digerakkan oleh Roh Kudus, nabi Amos membandingkan cara Allah berbicara kepada bangsa-bangsa, demikian juga kepada umat pilihan-Nya, dengan auman singa (lihat Amos 1:2)
Amos dipanggil untuk memberi nubuatan kepada bangsa-bangsa yang telah melakukan kejahatan kepada umat manusia. Dia juga dikirim kepada masyarakat yang rohani dan unggul yang hidup dalam kedamaian dan kemakmuran. Namun, mereka juga menekan orang miskin dan membiarkan usaha yang tidak jujur dan penyuapan di pengadilan. Pekan ini kita akan mendengarkan kepada apa yang Tuhan katakan tentang perbuatan-perbuatan yang tercela ini.
* Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 27 April
Minggu 21 April
KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN
Baca Amos 1 dan 2. Mengapakah Tuhan memperingatkan bahwa penghukuman akan tiba?
1:1. Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.
1:2 Berkatalah ia: "TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel."
1:3. Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi,
1:4 Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis;
1:5 Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir," firman TUHAN.
1:6 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom,
1:7 Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis;
1:8 Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin," firman Tuhan ALLAH.
1:9 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan,
1:10 Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis."
1:11 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya,
1:12 Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis."
1:13 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri,
1:14 Aku akan menyalakan api di dalam tembok Raba, sehingga purinya dimakan habis, diiringi sorak-sorai pada waktu pertempuran, diiringi angin badai pada waktu puting beliung;
1:15 dan raja mereka harus pergi sebagai orang buangan, ia bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya," firman TUHAN.
2:1. Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur,
2:2 Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi;
2:3 Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia," firman TUHAN.
2:4 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Yehuda, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menolak hukum TUHAN, dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi disesatkan oleh dewa-dewa kebohongannya, yang diikuti oleh nenek moyangnya,
2:5 Aku akan melepas api ke dalam Yehuda, sehingga puri Yerusalem dimakan habis."
2:6 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut;
2:7 mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara; anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku;
2:8 mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka.
2:9. Padahal Akulah yang memunahkan dari depan mereka, orang Amori, yang tingginya seperti tinggi pohon aras dan yang kuat seperti pohon tarbantin; Aku telah memunahkan buahnya dari atas dan akarnya dari bawah.
2:10 Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori;
2:11 Aku telah membangkitkan sebagian dari anak-anakmu menjadi nabi dan sebagian dari teruna-terunamu menjadi nazir. Bukankah betul-betul begitu, hai orang Israel?" demikianlah firman TUHAN.
2:12 "Tetapi kamu memberi orang nazir minum anggur dan memerintahkan kepada para nabi: Jangan kamu bernubuat!
2:13 Sesungguhnya, Aku akan mengguncangkan tempat kamu berpijak seperti goncangan kereta yang sarat dengan berkas gandum.
2:14 Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tidak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tidak dapat melarikan diri.
2:15 Pemegang panah tidak dapat bertahan, orang yang cepat kaki tidak akan terluput dan penunggang kuda tidak dapat meluputkan diri.
2:16 Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu," demikianlah firman TUHAN.
Dua pasal pertama dari buku Amos berisi tujuh nubuatan terhadap negara-negara yang berdekatan, yang diikuti oleh nubuatan terhadap Israel. Bangsa-bangsa asing tidak dihakimi karena mereka merupakan musuh Israel tetapi karena pelanggaran-pelanggaran mereka terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan. Dua hal menonjol dalam kutukan Amos: Hilangnya kesetiaan dan hilangnya belas kasihan.
Contohnya, Tirus memimpin kota perdagangan yang terletak di pesisir Mediterania di sebelah utara Israel. Karena benteng pulau mereka hampir tidak bisa ditembus, mereka membual karena keamanan itu. Bahkan, para pemimpin Tirus membuat perjanjian damai dengan bangsa-bangsa sekitar mereka, seperti Filistin. Kota itu bersekutu dengan Israel melalui "perjanjian persaudaraan" selama pemerintahan Daud dan Salomo (IRaja. 5:1,12) dan bahkan raja Ahab (1 Raja. 16:30,31). Tidaklah mengejutkan untuk membaca 1 Raja-raja 9:13 bahwa Hiram, Raja Tirus, menyebut Salomo "Saudaraku. "
Namun, bangsa Tirus telah melanggar "perjanjian persaudaraan". Tirus tidak dikutuk oleh karena membawa tawanan, tetapi karena menyerahkan mereka kepada musuh Israel, bangsa Edom. Jadi, orang-orang Tirus bertanggung jawab untuk kekejaman yang diderita oleh tawanan ini di tangan musuh-musuh mereka. Dalam pemandangan Allah, seseorang yang membantu dan mendukung kejahatan sama bersalahnya dengan orang yang melakukan itu.
Karena Allah berkuasa atas semuanya, dia memegang masa depan dari semua bangsa di dalam tangan-Nya. Dia memiliki tujuan dan perhatian yang jauh melampaui perbatasan Israel. Allah Israel adalah Allah semua bangsa; semua sejarah manusia dalam perhatiannya. Dia adalah Allah Pencipta, yang memberi kehidupan untuk semua, dan semua bertanggung jawab kepada-Nya.
Siapakah di antara kita tidak penuh dengan penderitaan saat melihat ketidakadilan yang tidak masuk akal? Ketika tidak ada Allah, harapan keadilan apa yang kita miliki untuk dilakukan? Apakah janji, yang ditemukan di seluruh Alkitab, tentang Allah membawa keadilan dan pengadilan kepada dunia berarti untukmu? Bagaimanakah kita belajar untuk bergantung kepada janji di tengah-tengah semua ketidakadilan yang kita lihat sekarang?
Senin 22 April
KEADILAN BAGI YANG TERTINDAS
Penghakiman universal Allah adalah satu dari pokok pengajaran yang ditemukan di buku Amos. Pada permulaan bukunya, Amos mengumumkan penghakiman bagi beberapa negara tetangga Israel karena kejahatan mereka terhadap kemanusiaan. Kemudian, bagaimanapun juga, Amos dengan berani mengatakan bahwa Allah juga akan menghakimi Israel. Kemarahan Allah tidak hanya ditujukan kepada bangsa-bangsa tetapi juga kepada umat yang telah di- pilih-Nya. Bangsa Yehuda telah menolak Firman Tuhan dan tidak menuruti pe- tunjuk-Nya.
Pada saat yang sama, Amos lebih luas lagi berhubungan dengan Israel dari pada Yehuda, walaupun dia telah melanggar perjanjian Allah dan melakukan banyak dosa. Kemakmuran ekonomi Israel dan stabilitas politik membawa bangsa itu kepada kerusakan rohani. Kerusakan rohani ini kelihatan pada ketidakadilan sosial. Di Israel, orang kaya mengeksploitasi orang miskin, dan orang yang kuat mengeksploitasi orang lemah. Orang kaya hanya peduli kepada diri sendiri dan penghasilan pribadi, walaupun itu harus mengorbankan dan menyengsarakan orang miskin (Tidak banyak berbeda dalam beribu tahun bukan?)
Baca Yesaya 58. Dalam hal apakah pasal ini menangkap aspek dari kebenaran masa kini? Dalam cara apakah, meskipun, apakah pekabaran kita kepada dunia lebih daripada ini?
Yesaya 58
58:1. Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
58:2 Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:
58:3. "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
58:4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
58:5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
58:8. Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.
58:9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,
58:10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.
58:11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.
58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".
58:13. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.
Alkitab dengan jelas mengajar bahwa keadilan sosial seharusnya menjadi hasil dari Injil. Sementara Roh Kudus membuat kita semakin seperti Yesus, kita belajar untuk membagikan kepedulian Allah. Buku Musa menuntut perlakuan yang adil kepada orang asing, janda dan yatim piatu (Kel. 22:21-24). Nabi-nabi berbicara tentang kepedulian Allah kepada perlakuan yang adil dan kasih kepada orang-orang yang tidak beruntung (Yes. 58:6, 7). Pemazmur menyebut Allah yang hidup pada tempat-Nya yang kudus "bapa bagi anak yatim, pelindung bagi janda" (Mzm. 68:5). Kristus menunjukkan perhatian yang besar bagi mereka yang ditolak masyarakat (Mark. 7:24-30; Yoh. 4:7-26). Yakobus memanggil kita untuk menempatkan iman kita ke dalam perbuatan dan menolong orang-orang yang tidak mampu (Vak. 2:14-26). Tidak ada pengikut Kristus yang boleh tidak melakukan itu dan menjadi benar-benar menjadi pengikut Kristus.
Selasa 23 April
BAHAYA DARI HAK ISTIMEWA
Pekabaran nubuatan dari Amos tidak dimaksudkan untuk dibatasi kepada keadaan Israel tetapi cakupannya meluas kepada Israel dan Yehuda. Dalam Perjanjian Lama, Israel memiliki keunikan tetapi bukan hanya mereka menuntut Tuhan.
Baca Amos 3:1,2. Kata kerja Ibrani yada, "untuk mengetahui," yang digunakan dalam ayat 2, memiliki kesan keintiman. Dalam Yeremia 1:5,contohnya, Allah mengatakan bahwa Dia mengenal" nabi itu dan mengasingkan dia bahkan sebelum dia lahir. Demikian halnya juga dengan Israel. Mereka bukan hanya bangsa lain di antara bangsa-bangsa. Sebaliknya, mereka diasingkan untuk tujuan Ilahi yang kudus. Mereka berdiri dalam hubungan yang khusus dengan Dia.
Allah sendiri yang telah memilih Israel dan membawanya dari perhambaan kepada kebebasan. Keluar dari Mesir adalah satu peristiwa yang sangat penting dalam permulaan sejarah Israel sebagai satu bangsa. Itu memberikan tempat bagi Allah untuk melakukan tindakan penebusan dan penaklukan tanah Kanaan. Tetapi kekuatan dan kemakmuran Israel memimpin kepada kesombongan dan kepuasan oleh karena status istimewanya sebagai bangsa pilihan Allah.
Baca pernyataan Kristus dalam Lukas 12:47, 48. Dalam cara apakah kita dapat memahami prinsip yang Dia ajarkan di sana? Saat hak istimewa yang besar disalahgunakan, hal itu akan digantikan dengan hukuman yang besar?
Lukas 12:47, 48
12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
Di bawah ilham Ilahi, nabi itu memperingatkan bahwa karena orang-orang Israel adalah pilihan Allah, mereka bertanggung jawab untuk tindakan mereka. Allah berkata bahwa hubungan yang unik dengan Allah dibarengi dengan kewajiban, dan hukuman akan diberikan jika kewajiban itu tidak dipenuhi. Dengan kata lain, Israel sebagai umat pilihan Allah, memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk penghakiman, karena hak istimewa ini memerlukan tanggung jawab. Pemilihan Israel, bukan hanya status istimewa; mereka dipanggil untuk menjadi saksi kepada dunia tentang Tuhan yang telah memberkati mereka.
"Gereja-gereja yang mengaku sebagai milik Kristus pada generasi ini diangkat pada kesempatan-kesempatan yang tertinggi. Tuhan telah dinyatakan kepada kita dalam terang yang semakin besar. Kesempatan kita adalah jauh lebih besar dari pada kesempatan umat Allah dahulu kala. —Ellen G. White, Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus, hlm. 320. Pikirkan tentang semua hal yang telah diberikan kepada kita sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Mengapakah tanggung jawab yang diberikan kepada kita dengan keistimewaan membuat kita gemetar? Apakah mereka, atau kita terbiasa dengan hal itu. Apakah kita pernah menjadi puas untuk semua yang kita peroleh? Jika tidak, bagaimanakah kita dapat berubah?
Rabu 24 April
PERTEMUAN ISRAEL DENGAN ALLAH
"Bersiaplah untuk bertemu dengan Aliahmu, hai Israel" (Amos 4:12)
Amos 4 dimulai dengan gambaran dosa Israel, dan diakhiri dengan pengumuman akan hari perhitungan. Allah membuat umat-Nya khususnya bertanggung jawab bagaimana mereka hidup dan memperlakukan yang lain.
Amos mendaftarkan daftar bencana alam, satu hal yang cukup untuk membuat mereka kembali kepada Allah. Daftar itu disusun dalam tujuh bencana, hukuman penuh bagi mereka yang melanggar perjanjian (sesuai dengan kata-kata Musa dalam Imamat 26). Beberapa bencana ini mengingatkan kita satu tulah yang dikirim Allah ke Mesir, sementara gambaran dari bencana yang terakhir dengan tegas disebutkan kehancuran total dari Sodom dan Gomora.
Menurut doa Salomo saat penahbisan bait suci, apakah harus bencana yang menuntun orang untuk melakukan sesuatu? 1 Raja.8:37-40.
8:37 Apabila di negeri ini ada kelaparan, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang, atau belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apapun,
8:38 lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel ini memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya--karena mereka masing-masing mengenal apa yang merisaukan hatinya sendiri--
8:39 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena engkau mengenal hatinya--sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia, --
8:40 supaya mereka takut akan Engkau selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami.
Orang Israel tidak berperangai seperti orang biasa lagi, dan Allah mendapati adalah mustahil untuk mendapatkan perhatian mereka. Bahkan, penghakiman Allah mengakibatkan mengerasnya hati bangsa itu. Karena bangsa itu gagal untuk kembali kepada Allah, Amos menyampaikan kesempatan terakhir untuk bertobat.
Penghakiman terakhir adalah segera, tetapi Amos tidak menjelaskan penghakiman apa yang akan terjadi. Ketidakpastian yang menghantui dalam kata- kata Amos membuat dalam menghadapi penghakiman semakin tidak menyenangkan. Israel telah gagal untuk mencari Allah, sehingga Allah keluar menjumpai Israel.
Amos 4:12 dimulai dengan kata-kata "sebab demikian akan kulakukan kepadamu," yang menggemakan rumus sumpah tradisional. Pernyataan yang sungguh-sungguh ini memanggil tanggapan dari Israel untuk mempersiapkan bertemu dengan Aliahnya seperti yang mereka lakukan sebelumnya untuk kehadiran Allah di Sinai. (Kel. 19:11, 15).
Baca dengan teliti Amos 4:12, 13. Jika, tiba-tiba, kamu mendengar peringatan, "Bersiaplah untuk bertemu Tuhanmu, hai (namamu di sini)" — apakah tanggapanmu? Apakah satu-satunya harapanmu? Lihat Rm. 3:19-28.
Amos 4:12, 13
4:12 "Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. --Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!"
4:13 Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi--TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.
Rm. 3:19-28
3:19. Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.
3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
3:27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!
3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Kamis 25 April
KESOMBONGAN YANG MENUNTUN KEPADA KEJATUHAN
Baca buku Obaja. Kebenaran moral dan rohani apakah yang dapat kita ambil dari buku ini?
1:1. Penglihatan Obaja. Beginilah firman Tuhan ALLAH tentang Edom--suatu kabar telah kami dengar dari TUHAN, seorang utusan telah disuruh ke tengah bangsa-bangsa: "Bangunlah, marilah kita bangkit memeranginya!" --
1:2 Sesungguhnya, Aku membuat engkau kecil di antara bangsa-bangsa, engkau dihinakan sangat.
1:3 Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?"
1:4 Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau, --demikianlah firman TUHAN.
1:5 Jika malam-malam pencuri atau perampok datang kepadamu--betapa engkau dibinasakannya--bukankah mereka akan mencuri seberapa yang diperlukannya? Jika pemetik buah anggur datang kepadamu, bukankah mereka akan meninggalkan sisa-sisa pemetikannya?
1:6 Betapa kaum Esau digeledah, betapa harta bendanya yang tersembunyi dicari-cari!
1:7 Sampai ke tapal batas engkau diusir oleh semua teman sekutumu; engkau diperdayakan, dikalahkan oleh sahabat-sahabatmu. Siapa yang makan sehidangan dengan engkau memasang jerat terhadap engkau. --Tidak ada pengertian padanya.
1:8 Bukankah pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melenyapkan orang-orang bijaksana dari Edom, dan pengertian dari pegunungan Esau?
1:9 Juga para pahlawanmu, hai Teman, akan tertegun, supaya semua orang di pegunungan Esau lenyap terbunuh.
1:10. Karena kekerasan terhadap saudaramu Yakub, maka cela akan meliputi engkau, dan engkau akan dilenyapkan untuk selama-lamanya.
1:11 Pada waktu engkau berdiri di kejauhan, sedang orang-orang luar mengangkut kekayaan Yerusalem dan orang-orang asing memasuki pintu gerbangnya dan membuang undi atasnya, engkaupun seperti salah seorang dari mereka itu.
1:12 Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya, dan janganlah bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya; dan janganlah membual pada hari kesusahannya.
1:13 Janganlah masuk ke pintu gerbang umat-Ku pada hari sialnya, bahkan janganlah memandang ringan malapetaka yang menimpanya pada hari sialnya; dan janganlah merenggut kekayaannya pada hari sialnya.
1:14 Janganlah berdiri di persimpangan untuk melenyapkan orang-orangnya yang luput, dan janganlah serahkan orang-orangnya yang terlepas pada hari kesusahan.
1:15 Sebab telah dekat hari TUHAN menimpa segala bangsa. Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu, perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri.
1:16 Sesungguhnya, seperti kamu telah minum di atas gunung-Ku yang kudus, segala bangsapun akan minum dengan tidak henti-hentinya; bahkan, mereka akan minum dengan lahap, dan mereka akan menjadi seakan-akan mereka tidak pernah ada.
1:17. Tetapi di gunung Sion akan ada orang-orang yang terluput, dan gunung itu akan menjadi tempat kudus; dan kaum keturunan Yakub akan memiliki pula tanah miliknya.
1:18 Kaum keturunan Yakub akan menjadi api dan kaum keturunan Yusuf menjadi nyala api, dan kaum keturunan Esau menjadi tunggul gandum: mereka akan membakar dan memakan habis sekaliannya, dan dari kaum keturunan Esau tidak ada seorangpun yang terlepas, sebab Tuhanlah yang berfirman demikian.
1:19 Maka orang-orang Tanah Negeb akan memiliki pegunungan Esau, dan orang-orang Daerah Bukit akan memiliki tanah orang Filistin. Mereka akan memiliki daerah Efraim dan daerah Samaria, dan suku Benyamin akan memiliki daerah Gilead.
Bangsa Edom adalah keturunan Esau saudara Yakub. Permusuhan antara Israel dan Edom kembali kepada permusuhan keluarga antara dua saudara kembar, yang kemudian menjadi bapa dari dua bangsa. Namun, menurut Kejadian 33, kedua saudara ini berdamai kemudian. Jadi, Allah memerintahkan bangsa Israel untuk tidak membenci Edom, karena dia adalah saudaramu. (Ulangan 23:7).
Meskipun demikian, permusuhan antara bangsa ini berlanjut selama berabad-abad. Ketika Babylon menghancurkan Jerusalem dan menawan penduduknya, bangsa Edom bukan hanya bersukacita tetapi bahkan memangsa orang Israel yang melarikan diri dan juga membantu menjarah Jerusalem (Maz. 137:7).Karena alasan ini, Nabi Obaja memperingatkan bahwa Edom akan dihakimi sesuai dengan Standard mereka: "'Seperti yang telah kamu lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu'" (Obaja 15). Bangsa Edom tidak berlaku sebagai seorang saudara terhadap bangsa Yehuda pada saat kesusahan tetapi justru bergabung dengan musuh untuk menyerang (Rat. 4:21,22).
Wilayah yang ditempati oleh Edom terletak di sebelah tenggara Laut Mati. Itu adalah daerah pegunungan yang dipenuhi dengan puncak gunung, tebing yang curam, gua, dan belahan yang dapat digunakan oleh musuh untuk bersembunyi. Sejumlah kota-kota Edom terletak pada daerah-daerah yang hampir tidak bisa dijangkau. Sela (dikenal juga sebagai Petra) adalah ibu kota Edom. Bangsa ini mengembangkan kesombongan yang disimpulkan dalam satu pertanyaan. "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?" (Obaja 3).
Allah menuntut tanggung jawab bagi siapa yang mengambil keuntungan dari orang lain pada saat kesukaran. Obaja memperingatkan orang-orang so- dom yang angkuh yang akan membawa penghinaan ke atas kepala mereka. Tidak ada tempat untuk melarikan diri dari Allah (Amos 9:2,3). Hari Tuhan yang akan datang akan membawa baik penghakiman juga keselamatan. Edom akan meminum cawan murka Allah, sementara bagian umat-umat Allah akan dipulihkan.
Jumat 26 April
Pendalaman : Bacalah kutipan berikut ini dan diskusikan bagaimana mereka menolong kita untuk memahami dengan cara yang lebih jelas pekabaran dari Hosea 1-4 dan Obaja.
Dari permulaan Agama orang Israel percaya bahwa Allah telah memilih orang- orang istimewa ini untuk membawa misi Allah telah menjadi batu penjuru iman Ibrani dan menjadi tempat perlindungan pada masa-masa kesulitan. Namun, nabi itu merasa bahwa bagi banyak orang di zaman mereka batu penjuru ini menjadi batu sandungan; tempat perlindungan, sebuah pelarian. Mereka harus memperingatkan bangsa itu bahwa terpilihnya bukan kesalahan, sebagai pilih kasih Ilahi atau kebal terhadap hukuman, tetapi, sebaliknya, itu berarti mereka jauh lebih terbuka kepada pengadilan dan penghukuman Ilahi....
"Apakah keterpilihan berarti bahwa Allah secara khusus memperhatikan Israel? Apakah keluarnya mereka dari Mesir berarti bahwa Allah hanya terlibat dalam sejarah Israel dan sama sekali melupakan nasib bangsa-bangsa lain?" —Abraham J. Heschel, The Prophet, hlm. 32,33.
"Dengan pertahanan jiwa yang telah hancur, para penyembah yang diselewengkan tidak mempunyai penghalang terhadap dosa dan memasrahkan diri mereka sendiri kepada nafsu-nafsu jahat hati manusia"
"Terhadap penindasan yang mencolok, ketidakadilan yang menonjol, kemewahan dan pemborosan yang luar biasa, pesta pora dan kemabukan yang tidak mengenal malu, kemerosotan moral yang jahat dan pelanggaran kesusilaan, pada zaman mereka, para nabi mengangkat suara mereka; tetapi protes mereka sia-sia saja, percuma saja celaan mereka terhadap dosa. "Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang kata Amos, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas". "Kamu yang menjadi orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang." Amos 5:10, 12" —Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld.3, hal. 231.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN
1. Adalah mudah untuk berteman dengan seseorang yang memberikan sesuatu kepadamu. Bagaimana dengan orang-orang yang susah dan tidak memiliki sesuatu untuk diberi, dan nyatanya, membutuhkan sesuatu darimu? Sikap yang bagaimana yang harus kamu tunjukkan kepada orang-orang seperti itu? Sikap seperti apa yang harus kamu tunjukkan kepada mereka?
2. Pikirkan tentang apa yang telah kita terima sebagai GMAHK. Kebanyakan dari orang Kristen tidak memiliki pemikiran apa-apa tentang berkat hari Sabat.; Kebanyakan berpikir bahwa orang mati akan langsung pergi ke surga atau neraka. Banyak yang tidak percaya Yesus dibangkitkan secara fisik, atau tidak percaya akan kedatangan Yesus kedua kali secara nyata. Kebenaran besar apa lagikah yang harus diketahui oleh orang lain? Tanggung jawab apa yang datang kepada kita karena memiliki kebenaran-kebenaran ini?
Sekolah Sabat 4 "19 April - 26 April"
Written By Unknown on Senin, 22 April 2013 | 13.55
Allah untuk Semua Bangsa (Amos)
Bacalah Untuk Pelajaran Pekan ini : Amos 1-2; Yes. 58; Luk. 12:47,48; I Raj. 8:37-40; Amos 4:12,13; Obaja.
Ayat Hafalan: "Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?" (Amos 3:8).
Pokok Pikiran : Tindakan yang tidak manusiawi adalah dosa terhadap Allah dan akan dihakimi oleh karena hal itu.
Di dalam Alkitab, singa sering digambarkan sebagai raja dunia binatang. Kehadirannya menimbulkan keagungan dan kekuatan yang luar biasa seperti halnya juga keganasan dan kekuatan yang merusak. Bahkan ketika tidak berburu, singa dapat terdengar, aumannya terdengar bermil-mil. Amos, seorang gembala, yang dikirim ke bangsa Israel untuk memperingatkan mereka bahwa ia telah mendengarkan singa mengaum —dan singa itu tidak lain adalah Tuhan mereka! Digerakkan oleh Roh Kudus, nabi Amos membandingkan cara Allah berbicara kepada bangsa-bangsa, demikian juga kepada umat pilihan-Nya, dengan auman singa (lihat Amos 1:2)
Amos dipanggil untuk memberi nubuatan kepada bangsa-bangsa yang telah melakukan kejahatan kepada umat manusia. Dia juga dikirim kepada masyarakat yang rohani dan unggul yang hidup dalam kedamaian dan kemakmuran. Namun, mereka juga menekan orang miskin dan membiarkan usaha yang tidak jujur dan penyuapan di pengadilan. Pekan ini kita akan mendengarkan kepada apa yang Tuhan katakan tentang perbuatan-perbuatan yang tercela ini.
* Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 27 April
Minggu 21 April
KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN
Baca Amos 1 dan 2. Mengapakah Tuhan memperingatkan bahwa penghukuman akan tiba?
1:1. Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.
1:2 Berkatalah ia: "TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel."
1:3. Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi,
1:4 Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis;
1:5 Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir," firman TUHAN.
1:6 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom,
1:7 Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis;
1:8 Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin," firman Tuhan ALLAH.
1:9 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan,
1:10 Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis."
1:11 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya,
1:12 Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis."
1:13 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri,
1:14 Aku akan menyalakan api di dalam tembok Raba, sehingga purinya dimakan habis, diiringi sorak-sorai pada waktu pertempuran, diiringi angin badai pada waktu puting beliung;
1:15 dan raja mereka harus pergi sebagai orang buangan, ia bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya," firman TUHAN.
2:1. Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur,
2:2 Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi;
2:3 Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia," firman TUHAN.
2:4 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Yehuda, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menolak hukum TUHAN, dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi disesatkan oleh dewa-dewa kebohongannya, yang diikuti oleh nenek moyangnya,
2:5 Aku akan melepas api ke dalam Yehuda, sehingga puri Yerusalem dimakan habis."
2:6 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut;
2:7 mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara; anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku;
2:8 mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka.
2:9. Padahal Akulah yang memunahkan dari depan mereka, orang Amori, yang tingginya seperti tinggi pohon aras dan yang kuat seperti pohon tarbantin; Aku telah memunahkan buahnya dari atas dan akarnya dari bawah.
2:10 Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori;
2:11 Aku telah membangkitkan sebagian dari anak-anakmu menjadi nabi dan sebagian dari teruna-terunamu menjadi nazir. Bukankah betul-betul begitu, hai orang Israel?" demikianlah firman TUHAN.
2:12 "Tetapi kamu memberi orang nazir minum anggur dan memerintahkan kepada para nabi: Jangan kamu bernubuat!
2:13 Sesungguhnya, Aku akan mengguncangkan tempat kamu berpijak seperti goncangan kereta yang sarat dengan berkas gandum.
2:14 Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tidak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tidak dapat melarikan diri.
2:15 Pemegang panah tidak dapat bertahan, orang yang cepat kaki tidak akan terluput dan penunggang kuda tidak dapat meluputkan diri.
2:16 Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu," demikianlah firman TUHAN.
Dua pasal pertama dari buku Amos berisi tujuh nubuatan terhadap negara-negara yang berdekatan, yang diikuti oleh nubuatan terhadap Israel. Bangsa-bangsa asing tidak dihakimi karena mereka merupakan musuh Israel tetapi karena pelanggaran-pelanggaran mereka terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan. Dua hal menonjol dalam kutukan Amos: Hilangnya kesetiaan dan hilangnya belas kasihan.
Contohnya, Tirus memimpin kota perdagangan yang terletak di pesisir Mediterania di sebelah utara Israel. Karena benteng pulau mereka hampir tidak bisa ditembus, mereka membual karena keamanan itu. Bahkan, para pemimpin Tirus membuat perjanjian damai dengan bangsa-bangsa sekitar mereka, seperti Filistin. Kota itu bersekutu dengan Israel melalui "perjanjian persaudaraan" selama pemerintahan Daud dan Salomo (IRaja. 5:1,12) dan bahkan raja Ahab (1 Raja. 16:30,31). Tidaklah mengejutkan untuk membaca 1 Raja-raja 9:13 bahwa Hiram, Raja Tirus, menyebut Salomo "Saudaraku. "
Namun, bangsa Tirus telah melanggar "perjanjian persaudaraan". Tirus tidak dikutuk oleh karena membawa tawanan, tetapi karena menyerahkan mereka kepada musuh Israel, bangsa Edom. Jadi, orang-orang Tirus bertanggung jawab untuk kekejaman yang diderita oleh tawanan ini di tangan musuh-musuh mereka. Dalam pemandangan Allah, seseorang yang membantu dan mendukung kejahatan sama bersalahnya dengan orang yang melakukan itu.
Karena Allah berkuasa atas semuanya, dia memegang masa depan dari semua bangsa di dalam tangan-Nya. Dia memiliki tujuan dan perhatian yang jauh melampaui perbatasan Israel. Allah Israel adalah Allah semua bangsa; semua sejarah manusia dalam perhatiannya. Dia adalah Allah Pencipta, yang memberi kehidupan untuk semua, dan semua bertanggung jawab kepada-Nya.
Siapakah di antara kita tidak penuh dengan penderitaan saat melihat ketidakadilan yang tidak masuk akal? Ketika tidak ada Allah, harapan keadilan apa yang kita miliki untuk dilakukan? Apakah janji, yang ditemukan di seluruh Alkitab, tentang Allah membawa keadilan dan pengadilan kepada dunia berarti untukmu? Bagaimanakah kita belajar untuk bergantung kepada janji di tengah-tengah semua ketidakadilan yang kita lihat sekarang?
Senin 22 April
KEADILAN BAGI YANG TERTINDAS
Penghakiman universal Allah adalah satu dari pokok pengajaran yang ditemukan di buku Amos. Pada permulaan bukunya, Amos mengumumkan penghakiman bagi beberapa negara tetangga Israel karena kejahatan mereka terhadap kemanusiaan. Kemudian, bagaimanapun juga, Amos dengan berani mengatakan bahwa Allah juga akan menghakimi Israel. Kemarahan Allah tidak hanya ditujukan kepada bangsa-bangsa tetapi juga kepada umat yang telah di- pilih-Nya. Bangsa Yehuda telah menolak Firman Tuhan dan tidak menuruti pe- tunjuk-Nya.
Pada saat yang sama, Amos lebih luas lagi berhubungan dengan Israel dari pada Yehuda, walaupun dia telah melanggar perjanjian Allah dan melakukan banyak dosa. Kemakmuran ekonomi Israel dan stabilitas politik membawa bangsa itu kepada kerusakan rohani. Kerusakan rohani ini kelihatan pada ketidakadilan sosial. Di Israel, orang kaya mengeksploitasi orang miskin, dan orang yang kuat mengeksploitasi orang lemah. Orang kaya hanya peduli kepada diri sendiri dan penghasilan pribadi, walaupun itu harus mengorbankan dan menyengsarakan orang miskin (Tidak banyak berbeda dalam beribu tahun bukan?)
Baca Yesaya 58. Dalam hal apakah pasal ini menangkap aspek dari kebenaran masa kini? Dalam cara apakah, meskipun, apakah pekabaran kita kepada dunia lebih daripada ini?
Yesaya 58
58:1. Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
58:2 Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:
58:3. "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
58:4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
58:5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
58:8. Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.
58:9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,
58:10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.
58:11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.
58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".
58:13. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.
Alkitab dengan jelas mengajar bahwa keadilan sosial seharusnya menjadi hasil dari Injil. Sementara Roh Kudus membuat kita semakin seperti Yesus, kita belajar untuk membagikan kepedulian Allah. Buku Musa menuntut perlakuan yang adil kepada orang asing, janda dan yatim piatu (Kel. 22:21-24). Nabi-nabi berbicara tentang kepedulian Allah kepada perlakuan yang adil dan kasih kepada orang-orang yang tidak beruntung (Yes. 58:6, 7). Pemazmur menyebut Allah yang hidup pada tempat-Nya yang kudus "bapa bagi anak yatim, pelindung bagi janda" (Mzm. 68:5). Kristus menunjukkan perhatian yang besar bagi mereka yang ditolak masyarakat (Mark. 7:24-30; Yoh. 4:7-26). Yakobus memanggil kita untuk menempatkan iman kita ke dalam perbuatan dan menolong orang-orang yang tidak mampu (Vak. 2:14-26). Tidak ada pengikut Kristus yang boleh tidak melakukan itu dan menjadi benar-benar menjadi pengikut Kristus.
Selasa 23 April
BAHAYA DARI HAK ISTIMEWA
Pekabaran nubuatan dari Amos tidak dimaksudkan untuk dibatasi kepada keadaan Israel tetapi cakupannya meluas kepada Israel dan Yehuda. Dalam Perjanjian Lama, Israel memiliki keunikan tetapi bukan hanya mereka menuntut Tuhan.
Baca Amos 3:1,2. Kata kerja Ibrani yada, "untuk mengetahui," yang digunakan dalam ayat 2, memiliki kesan keintiman. Dalam Yeremia 1:5,contohnya, Allah mengatakan bahwa Dia mengenal" nabi itu dan mengasingkan dia bahkan sebelum dia lahir. Demikian halnya juga dengan Israel. Mereka bukan hanya bangsa lain di antara bangsa-bangsa. Sebaliknya, mereka diasingkan untuk tujuan Ilahi yang kudus. Mereka berdiri dalam hubungan yang khusus dengan Dia.
Allah sendiri yang telah memilih Israel dan membawanya dari perhambaan kepada kebebasan. Keluar dari Mesir adalah satu peristiwa yang sangat penting dalam permulaan sejarah Israel sebagai satu bangsa. Itu memberikan tempat bagi Allah untuk melakukan tindakan penebusan dan penaklukan tanah Kanaan. Tetapi kekuatan dan kemakmuran Israel memimpin kepada kesombongan dan kepuasan oleh karena status istimewanya sebagai bangsa pilihan Allah.
Baca pernyataan Kristus dalam Lukas 12:47, 48. Dalam cara apakah kita dapat memahami prinsip yang Dia ajarkan di sana? Saat hak istimewa yang besar disalahgunakan, hal itu akan digantikan dengan hukuman yang besar?
Lukas 12:47, 48
12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
Di bawah ilham Ilahi, nabi itu memperingatkan bahwa karena orang-orang Israel adalah pilihan Allah, mereka bertanggung jawab untuk tindakan mereka. Allah berkata bahwa hubungan yang unik dengan Allah dibarengi dengan kewajiban, dan hukuman akan diberikan jika kewajiban itu tidak dipenuhi. Dengan kata lain, Israel sebagai umat pilihan Allah, memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk penghakiman, karena hak istimewa ini memerlukan tanggung jawab. Pemilihan Israel, bukan hanya status istimewa; mereka dipanggil untuk menjadi saksi kepada dunia tentang Tuhan yang telah memberkati mereka.
"Gereja-gereja yang mengaku sebagai milik Kristus pada generasi ini diangkat pada kesempatan-kesempatan yang tertinggi. Tuhan telah dinyatakan kepada kita dalam terang yang semakin besar. Kesempatan kita adalah jauh lebih besar dari pada kesempatan umat Allah dahulu kala. —Ellen G. White, Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus, hlm. 320. Pikirkan tentang semua hal yang telah diberikan kepada kita sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Mengapakah tanggung jawab yang diberikan kepada kita dengan keistimewaan membuat kita gemetar? Apakah mereka, atau kita terbiasa dengan hal itu. Apakah kita pernah menjadi puas untuk semua yang kita peroleh? Jika tidak, bagaimanakah kita dapat berubah?
Rabu 24 April
PERTEMUAN ISRAEL DENGAN ALLAH
"Bersiaplah untuk bertemu dengan Aliahmu, hai Israel" (Amos 4:12)
Amos 4 dimulai dengan gambaran dosa Israel, dan diakhiri dengan pengumuman akan hari perhitungan. Allah membuat umat-Nya khususnya bertanggung jawab bagaimana mereka hidup dan memperlakukan yang lain.
Amos mendaftarkan daftar bencana alam, satu hal yang cukup untuk membuat mereka kembali kepada Allah. Daftar itu disusun dalam tujuh bencana, hukuman penuh bagi mereka yang melanggar perjanjian (sesuai dengan kata-kata Musa dalam Imamat 26). Beberapa bencana ini mengingatkan kita satu tulah yang dikirim Allah ke Mesir, sementara gambaran dari bencana yang terakhir dengan tegas disebutkan kehancuran total dari Sodom dan Gomora.
Menurut doa Salomo saat penahbisan bait suci, apakah harus bencana yang menuntun orang untuk melakukan sesuatu? 1 Raja.8:37-40.
8:37 Apabila di negeri ini ada kelaparan, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang, atau belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apapun,
8:38 lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel ini memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya--karena mereka masing-masing mengenal apa yang merisaukan hatinya sendiri--
8:39 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena engkau mengenal hatinya--sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia, --
8:40 supaya mereka takut akan Engkau selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami.
Orang Israel tidak berperangai seperti orang biasa lagi, dan Allah mendapati adalah mustahil untuk mendapatkan perhatian mereka. Bahkan, penghakiman Allah mengakibatkan mengerasnya hati bangsa itu. Karena bangsa itu gagal untuk kembali kepada Allah, Amos menyampaikan kesempatan terakhir untuk bertobat.
Penghakiman terakhir adalah segera, tetapi Amos tidak menjelaskan penghakiman apa yang akan terjadi. Ketidakpastian yang menghantui dalam kata- kata Amos membuat dalam menghadapi penghakiman semakin tidak menyenangkan. Israel telah gagal untuk mencari Allah, sehingga Allah keluar menjumpai Israel.
Amos 4:12 dimulai dengan kata-kata "sebab demikian akan kulakukan kepadamu," yang menggemakan rumus sumpah tradisional. Pernyataan yang sungguh-sungguh ini memanggil tanggapan dari Israel untuk mempersiapkan bertemu dengan Aliahnya seperti yang mereka lakukan sebelumnya untuk kehadiran Allah di Sinai. (Kel. 19:11, 15).
Baca dengan teliti Amos 4:12, 13. Jika, tiba-tiba, kamu mendengar peringatan, "Bersiaplah untuk bertemu Tuhanmu, hai (namamu di sini)" — apakah tanggapanmu? Apakah satu-satunya harapanmu? Lihat Rm. 3:19-28.
Amos 4:12, 13
4:12 "Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. --Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!"
4:13 Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi--TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.
Rm. 3:19-28
3:19. Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.
3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
3:27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!
3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Kamis 25 April
KESOMBONGAN YANG MENUNTUN KEPADA KEJATUHAN
Baca buku Obaja. Kebenaran moral dan rohani apakah yang dapat kita ambil dari buku ini?
1:1. Penglihatan Obaja. Beginilah firman Tuhan ALLAH tentang Edom--suatu kabar telah kami dengar dari TUHAN, seorang utusan telah disuruh ke tengah bangsa-bangsa: "Bangunlah, marilah kita bangkit memeranginya!" --
1:2 Sesungguhnya, Aku membuat engkau kecil di antara bangsa-bangsa, engkau dihinakan sangat.
1:3 Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?"
1:4 Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau, --demikianlah firman TUHAN.
1:5 Jika malam-malam pencuri atau perampok datang kepadamu--betapa engkau dibinasakannya--bukankah mereka akan mencuri seberapa yang diperlukannya? Jika pemetik buah anggur datang kepadamu, bukankah mereka akan meninggalkan sisa-sisa pemetikannya?
1:6 Betapa kaum Esau digeledah, betapa harta bendanya yang tersembunyi dicari-cari!
1:7 Sampai ke tapal batas engkau diusir oleh semua teman sekutumu; engkau diperdayakan, dikalahkan oleh sahabat-sahabatmu. Siapa yang makan sehidangan dengan engkau memasang jerat terhadap engkau. --Tidak ada pengertian padanya.
1:8 Bukankah pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melenyapkan orang-orang bijaksana dari Edom, dan pengertian dari pegunungan Esau?
1:9 Juga para pahlawanmu, hai Teman, akan tertegun, supaya semua orang di pegunungan Esau lenyap terbunuh.
1:10. Karena kekerasan terhadap saudaramu Yakub, maka cela akan meliputi engkau, dan engkau akan dilenyapkan untuk selama-lamanya.
1:11 Pada waktu engkau berdiri di kejauhan, sedang orang-orang luar mengangkut kekayaan Yerusalem dan orang-orang asing memasuki pintu gerbangnya dan membuang undi atasnya, engkaupun seperti salah seorang dari mereka itu.
1:12 Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya, dan janganlah bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya; dan janganlah membual pada hari kesusahannya.
1:13 Janganlah masuk ke pintu gerbang umat-Ku pada hari sialnya, bahkan janganlah memandang ringan malapetaka yang menimpanya pada hari sialnya; dan janganlah merenggut kekayaannya pada hari sialnya.
1:14 Janganlah berdiri di persimpangan untuk melenyapkan orang-orangnya yang luput, dan janganlah serahkan orang-orangnya yang terlepas pada hari kesusahan.
1:15 Sebab telah dekat hari TUHAN menimpa segala bangsa. Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu, perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri.
1:16 Sesungguhnya, seperti kamu telah minum di atas gunung-Ku yang kudus, segala bangsapun akan minum dengan tidak henti-hentinya; bahkan, mereka akan minum dengan lahap, dan mereka akan menjadi seakan-akan mereka tidak pernah ada.
1:17. Tetapi di gunung Sion akan ada orang-orang yang terluput, dan gunung itu akan menjadi tempat kudus; dan kaum keturunan Yakub akan memiliki pula tanah miliknya.
1:18 Kaum keturunan Yakub akan menjadi api dan kaum keturunan Yusuf menjadi nyala api, dan kaum keturunan Esau menjadi tunggul gandum: mereka akan membakar dan memakan habis sekaliannya, dan dari kaum keturunan Esau tidak ada seorangpun yang terlepas, sebab Tuhanlah yang berfirman demikian.
1:19 Maka orang-orang Tanah Negeb akan memiliki pegunungan Esau, dan orang-orang Daerah Bukit akan memiliki tanah orang Filistin. Mereka akan memiliki daerah Efraim dan daerah Samaria, dan suku Benyamin akan memiliki daerah Gilead.
1:20 Orang-orang Israel yang diangkut ke dalam pembuangan akan memiliki tanah orang Kanaan sampai ke Zarfat; dan orang-orang Yerusalem yang diangkut ke dalam pembuangan, yang ada di Sefarad, akan memiliki kota-kota di Tanah Negeb.
1:21 Penyelamat-penyelamat akan naik ke atas gunung Sion untuk menghukumkan pegunungan Esau; maka Tuhanlah yang akan empunya kerajaan itu.
Obaja adalah buku terpendek dalam Perjanjian Lama, dan buku itu melaporkan penglihatan nubuatan penghakiman Allah atas tanah Edom. Pekabaran dalam buku ini berpusat kepada tiga persoalan: Kesombongan Edom (ayat 1-4), penghinaan Edom yang akan datang (ayat 5-9), dan kejahatan Edom terhadap Yehuda (ayat 10-14).
Obaja adalah buku terpendek dalam Perjanjian Lama, dan buku itu melaporkan penglihatan nubuatan penghakiman Allah atas tanah Edom. Pekabaran dalam buku ini berpusat kepada tiga persoalan: Kesombongan Edom (ayat 1-4), penghinaan Edom yang akan datang (ayat 5-9), dan kejahatan Edom terhadap Yehuda (ayat 10-14).
Bangsa Edom adalah keturunan Esau saudara Yakub. Permusuhan antara Israel dan Edom kembali kepada permusuhan keluarga antara dua saudara kembar, yang kemudian menjadi bapa dari dua bangsa. Namun, menurut Kejadian 33, kedua saudara ini berdamai kemudian. Jadi, Allah memerintahkan bangsa Israel untuk tidak membenci Edom, karena dia adalah saudaramu. (Ulangan 23:7).
Meskipun demikian, permusuhan antara bangsa ini berlanjut selama berabad-abad. Ketika Babylon menghancurkan Jerusalem dan menawan penduduknya, bangsa Edom bukan hanya bersukacita tetapi bahkan memangsa orang Israel yang melarikan diri dan juga membantu menjarah Jerusalem (Maz. 137:7).Karena alasan ini, Nabi Obaja memperingatkan bahwa Edom akan dihakimi sesuai dengan Standard mereka: "'Seperti yang telah kamu lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu'" (Obaja 15). Bangsa Edom tidak berlaku sebagai seorang saudara terhadap bangsa Yehuda pada saat kesusahan tetapi justru bergabung dengan musuh untuk menyerang (Rat. 4:21,22).
Wilayah yang ditempati oleh Edom terletak di sebelah tenggara Laut Mati. Itu adalah daerah pegunungan yang dipenuhi dengan puncak gunung, tebing yang curam, gua, dan belahan yang dapat digunakan oleh musuh untuk bersembunyi. Sejumlah kota-kota Edom terletak pada daerah-daerah yang hampir tidak bisa dijangkau. Sela (dikenal juga sebagai Petra) adalah ibu kota Edom. Bangsa ini mengembangkan kesombongan yang disimpulkan dalam satu pertanyaan. "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?" (Obaja 3).
Allah menuntut tanggung jawab bagi siapa yang mengambil keuntungan dari orang lain pada saat kesukaran. Obaja memperingatkan orang-orang so- dom yang angkuh yang akan membawa penghinaan ke atas kepala mereka. Tidak ada tempat untuk melarikan diri dari Allah (Amos 9:2,3). Hari Tuhan yang akan datang akan membawa baik penghakiman juga keselamatan. Edom akan meminum cawan murka Allah, sementara bagian umat-umat Allah akan dipulihkan.
Jumat 26 April
Pendalaman : Bacalah kutipan berikut ini dan diskusikan bagaimana mereka menolong kita untuk memahami dengan cara yang lebih jelas pekabaran dari Hosea 1-4 dan Obaja.
Dari permulaan Agama orang Israel percaya bahwa Allah telah memilih orang- orang istimewa ini untuk membawa misi Allah telah menjadi batu penjuru iman Ibrani dan menjadi tempat perlindungan pada masa-masa kesulitan. Namun, nabi itu merasa bahwa bagi banyak orang di zaman mereka batu penjuru ini menjadi batu sandungan; tempat perlindungan, sebuah pelarian. Mereka harus memperingatkan bangsa itu bahwa terpilihnya bukan kesalahan, sebagai pilih kasih Ilahi atau kebal terhadap hukuman, tetapi, sebaliknya, itu berarti mereka jauh lebih terbuka kepada pengadilan dan penghukuman Ilahi....
"Apakah keterpilihan berarti bahwa Allah secara khusus memperhatikan Israel? Apakah keluarnya mereka dari Mesir berarti bahwa Allah hanya terlibat dalam sejarah Israel dan sama sekali melupakan nasib bangsa-bangsa lain?" —Abraham J. Heschel, The Prophet, hlm. 32,33.
"Dengan pertahanan jiwa yang telah hancur, para penyembah yang diselewengkan tidak mempunyai penghalang terhadap dosa dan memasrahkan diri mereka sendiri kepada nafsu-nafsu jahat hati manusia"
"Terhadap penindasan yang mencolok, ketidakadilan yang menonjol, kemewahan dan pemborosan yang luar biasa, pesta pora dan kemabukan yang tidak mengenal malu, kemerosotan moral yang jahat dan pelanggaran kesusilaan, pada zaman mereka, para nabi mengangkat suara mereka; tetapi protes mereka sia-sia saja, percuma saja celaan mereka terhadap dosa. "Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang kata Amos, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas". "Kamu yang menjadi orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang." Amos 5:10, 12" —Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld.3, hal. 231.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN
1. Adalah mudah untuk berteman dengan seseorang yang memberikan sesuatu kepadamu. Bagaimana dengan orang-orang yang susah dan tidak memiliki sesuatu untuk diberi, dan nyatanya, membutuhkan sesuatu darimu? Sikap yang bagaimana yang harus kamu tunjukkan kepada orang-orang seperti itu? Sikap seperti apa yang harus kamu tunjukkan kepada mereka?
2. Pikirkan tentang apa yang telah kita terima sebagai GMAHK. Kebanyakan dari orang Kristen tidak memiliki pemikiran apa-apa tentang berkat hari Sabat.; Kebanyakan berpikir bahwa orang mati akan langsung pergi ke surga atau neraka. Banyak yang tidak percaya Yesus dibangkitkan secara fisik, atau tidak percaya akan kedatangan Yesus kedua kali secara nyata. Kebenaran besar apa lagikah yang harus diketahui oleh orang lain? Tanggung jawab apa yang datang kepada kita karena memiliki kebenaran-kebenaran ini?
Label:
Sekolah Sabat
08.20
SABAT PETANG
BACALAH UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Hos. 1:1-3; Yeh. 4:1-6; Hos. 2:12-18; 4:1-3; Yak. 5:1-7; Wah. 14:6-12.
AYAT HAFALAN : Aku akan menaburkan dia bagi-Ku di bumi, dan akan menyayangi Lo-Ruhama, dan Aku berkata kepada Lo-Ami: Umat-Ku engkau! Dan ia akan berkata: Allahku!" Hosea 2:22.
Pokok Pikiran: Walaupun berada di antara perzinaan rohani dan hukuman Ilahi, kasih Allah kepada umat-Nya tidak pernah goyah.
Nabi Hosea melayani pada akhir masa kemakmuran dalam sejarah Israel, sesaat sebelum keruntuhan bangsa Asyur pada tahun 722 S. M. Pada masa itu, umat pilihan Allah tidak lagi beribadah kepada Allah saja tetapi juga melayani Baal, Dewa Kanaan.
Berada pada awal Nabi-nabi Kecil, buku Hosea ditujukan pada pertanyaan dari pernyataan nubutan selama masa kemurtadan: Apakah Allah masih mengasihi Israel, meskipun telah bersundal? Apakah Dia masih memiliki rencana untuk mereka meskipun dosa-dosa mereka dan penghukuman yang akan datang?
Cerita pribadi Hosea dan nubuatan adalah ikatan yang tidak dapat dipisahkan dalam bukunya. Sama seperti seorang nabi yang mengampuni istrinya yang tidak setia dan mau menerima dia kembali, Allah ingin melakukan hal yang sama kepada umat-Nya.
Apakah yang dapat kita pelajari dari pengalaman Hosea dan cara Allah memperlakukan ketidakpatuhan Israel?
*Pelajari Pelajaran Pekan ini untuk persiapan Sabat, 6 April.
MINGGU 31 MARET "PERINTAH YANG ANEH"
"Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN." Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki (Hos. 1:2, 3, NIV).
Selama beberapa abad, pelajar Alkitab memperdebatkan dasar dari perintah ini, mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah Gomer adalah seorang pelacur atau hanya seorang istri yang tidak setia? Apakah dia tidak bermoral sebelum menikah dengan Hosea, atau apakah dia menjadi tidak setia setelah menikah?
Kita tidak tahu kepastiannya. Satu hal, bagaimanapun juga: Ketika Allah berbicara kepada Hosea dan melalui dia, Dia ingin mengalihkan perhatian umat-Nya dari kisah Hosea kepada kisah cinta Allah kepada Israel. Karena Gomer adalah bangsa Israel, kisah dari pernikahannya dengan Nabi berpadu dengan cerita perjanjian Allah dengan umat-Nya.
Ada beberapa hal sama antara kisah Hosea dan pengalaman Allah dengan umat-Nya. Pada ukuran manusia, Gomer berzina terhadap Hosea; pada ukuran rohani, Israel tidak setia kepada Allah. Sama seperti perzinaan Gomer menyakiti hati suaminya, jadi penyembahan berhala bangsa Israel sangat mendukakan hati Allah. Hosea dipanggil untuk menanggung patah hati dan pernikahan yang hancur. Dia harus menderita kemarahan dan rasa malu. Namun, semakin dia mengalami ketidaksetiaan Gomer, semakin dalam dia memahami kepedihan dan kekecewaan Allah dengan Israel.
Nabi Yeremia memperbandingkan ketidaksetiaan umat Allah dengan "pelacuran" yang hidup dengan banyak kekasih, walaupun Allah telah mempersiapkan semuanya untuk mereka (Yer. 3:1, NIV). Dalam cara yang sama, Nabi Yehezkiel menyebut penyembahan berhala Israel "istri yang berzina" yang telah berpisah dengan suami yang benar (Yeh. 16:32, NKJV). Untuk alasan ini, penyembahan berhala dalam Alkitab digambarkan sebagai perzinaan rohani.
Bacalah Hosea 2:8-13. Peringatan apakah yang diberikan di sini? Dalam cara apakah kita, sebagai anggota GMAHK, dalam keadaan bahaya jika melakukan hal yang sama?
Hosea 2:8-13
2:8 (2-7) Tetapi dia tidak insaf bahwa Akulah yang memberi kepadanya gandum, anggur dan minyak, dan yang memperbanyak bagi dia perak dan emas yang dibuat mereka menjadi patung Baal.
2:9 (2-8) Sebab itu Aku akan mengambil kembali gandum-Ku pada masanya dan anggur-Ku pada musimnya, dan akan merampas kain bulu domba dan kain lenan-Ku yang harus menutupi auratnya.
2:10 (2-9) Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para kekasihnya, dan seorangpun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku.
2:11 (2-10) Aku akan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya.
2:12 (2-11) Aku akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya: Ini semuanya pemberian kepadaku, yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku! Aku akan membuatnya menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis.
2:13 (2-12) Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku," demikianlah firman TUHAN.
Ungkapan "gandum, anggur dan minyak baru" juga digunakan dalam buku Ulangan(Ul. 7:12-14) untuk menggambarkan hasil utama Bangsa Israel yang dinikmati dalam kelimpahan sesuai dengan janji Allah yang diberikan melalui Musa. Pada zaman Hosea, mereka sangat tidak bersyukur kepada Allah, mereka terbungkus dengan dunia di sekitar mereka, di mana mereka telah memberikan pemberian mereka yang sebenarnya diberikan Allah kepada mereka, diberikan kepada berhala. Apakah peringatan ini kepada kita di mana pemberian yang diberikan harus digunakan dalam pelayanan kepada Tuhan, dan bukan dengan cara yang tidak pernah dimaksudkan untuk itu (Mat. 6:24).
"Bagaimanakah Allah memandang ketidakbersyukuran kita dan kurangnya menghargai berkat-berkat-Nya? Ketika kita melihat satu kelalaian atau salah menggunakan talenta kita, hati dan tangan kita tertutup terhadap-Nya. Tetapi mereka yang menerima karunia dari Allah, hari demi hari, dan tahun demi tahun, salah menggunakan berkatnya dan mengabaikan jiwa yang mana untuk mereka Kristus mati. Harta yang dia pinjamkan kepada mereka untuk menopang urusan dan membangun kerajaannya diinvestasikan pada rumah dan tanah, dihamburkan dengan kesombongan dna mementingkan diri, dan Pemberi dilupakan."---Ellen G. White,Advent Review and Sabbath Herald, 7 Desember 1886
Pikirkanlah tentang betapa mudahnya untuk mengambil karunia yang Allah berikan kepadamu dan menggunakannya semaunya, atau bahkan dengan cara penyembahan berhala. Cara-cara sederhana apakah untuk mencegah dosa ini dalam hidup kita.
SELASA 2 APRIL "JANJI PEMULIHAN"
Bacalah Hosea 2, apakah pesan mendasar Allah kepada umat-Nya disini? Bagaimanakah Injil dinyatakan dalam pasal ini?
Hosea 2
2:1. (1-12) Katakanlah kepada saudara-saudaramu laki-laki: "Ami!" dan kepada saudara-saudaramu perempuan: "Ruhama!"
2:2 (2-1) "Adukanlah ibumu, adukanlah, sebab dia bukan isteri-Ku, dan Aku ini bukan suaminya; biarlah dijauhkannya sundalnya dari mukanya, dan zinahnya dari antara buah dadanya,
2:3 (2-2) supaya jangan Aku menanggalkan pakaiannya sampai dia telanjang, dan membiarkan dia seperti pada hari dia dilahirkan, membuat dia seperti padang gurun, dan membuat dia seperti tanah kering, lalu membiarkan dia mati kehausan.
2:4 (2-3) Tentang anak-anaknya, Aku tidak menyayangi mereka, sebab mereka adalah anak-anak sundal.
2:5 (2-4) Sebab ibu mereka telah menjadi sundal; dia yang mengandung mereka telah berlaku tidak senonoh. Sebab dia berkata: Aku mau mengikuti para kekasihku, yang memberi roti dan air minumku, bulu domba dan kain lenanku, minyak dan minumanku.
2:6. (2-5) Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menyekat jalannya dengan duri-duri, dan mendirikan pagar tembok mengurung dia, sehingga dia tidak dapat menemui jalannya.
2:7 (2-6) Dia akan mengejar para kekasihnya, tetapi tidak akan mencapai mereka; dia akan mencari mereka, tetapi tidak bertemu dengan mereka. Maka dia akan berkata: Aku akan pulang kembali kepada suamiku yang pertama, sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang.
2:8 (2-7) Tetapi dia tidak insaf bahwa Akulah yang memberi kepadanya gandum, anggur dan minyak, dan yang memperbanyak bagi dia perak dan emas yang dibuat mereka menjadi patung Baal.
2:9 (2-8) Sebab itu Aku akan mengambil kembali gandum-Ku pada masanya dan anggur-Ku pada musimnya, dan akan merampas kain bulu domba dan kain lenan-Ku yang harus menutupi auratnya.
2:10 (2-9) Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para kekasihnya, dan seorangpun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku.
2:11 (2-10) Aku akan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya.
2:12 (2-11) Aku akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya: Ini semuanya pemberian kepadaku, yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku! Aku akan membuatnya menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis.
2:13 (2-12) Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku," demikianlah firman TUHAN.
2:14. (2-13) "Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya.
2:15 (2-14) Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.
2:16 (2-15) Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!
2:17 (2-16) Lalu Aku menjauhkan nama para Baal dari mulutmu, maka nama mereka tidak lagi disebut.
2:18 (2-17) Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.
2:19 (2-18) Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.
2:20 (2-19) Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.
2:21 (2-20) Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mendengarkan langit, dan langit akan mendengarkan bumi.
2:22 (2-21) Bumi akan mendengarkan gandum, anggur dan minyak, dan mereka ini akan mendengarkan Yizreel.
2:23 (2-22) Aku akan menaburkan dia bagi-Ku di bumi, dan akan menyayangi Lo-Ruhama, dan Aku berkata kepada Lo-Ami: Umat-Ku engkau! dan ia akan berkata: Allahku!"
Pesan Hosea menghadirkan kebenaran kasih setia Allah yang sangat besar kepada orang-orang yang tidak layak menerima. Hosea 2 berisikan khotbah Allah yang panjang tentang kemurtadan Israel, yang kemudian dibandingkan dengan kasih Allah yang tiada batas kepada umat-Nya. Setelah penghukuman, suami akan memimpin istrinya berjalan di padang belantara, di mana mereka akan menikah kembali.
Jadi, pasal ini diakhiri dengan lukisan dari masa yang akan datang pada saat penghakiman ketika Allah merayu bangsa Israel untuk mengasihi-Nya sebagaimana sebelumnya (Hos. 2:12-15). Hewan liar tidak akan lagi menelan pohon anggur dan ara, tetapi mencari pasangan dalam perjanjian yang baru (Hos. 2:18). Dan lagi, semua anak-anak akan mendapatkan nama baru, menyatakan kembali kemauan Allah untuk menyembuhkan dan mengampuni pelanggaran masa lalu umat-Nya.
Allah menawarkan dengan cuma-cuma untuk mengampuni dosa kita. Berapa besarkah harga dari pengampunan itu? Apakah harga pribadi dari pelajaran ini kepada Hosea? Hos. 3:1, 2.
3:1. Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."
3:2 Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai.
Bertumbuh sebagai seorang laki-laki di Israel, Hosea terlahir untuk menikmati status dalam kelompok nabi-nabi. Tetapi keistimewaan ini didapat dengan tanggung jawab yang besar. Seorang laki-laki pada zaman Israel kuno harus membuat usaha yang sangat besar untuk mengampuni dan menerima kembali istri yang tidak setia, belum lagi menerima anak-anak orang lain sebagi anaknya sendiri. Berdiri bersama istri dan anak-anaknay dan, hingga, menerima penolakan masyarakat adalah satu pengalaman yang sangat sukar dalam hidup.
Hosea, bagaimanapun juga, "membeli" dia kembali. Allah, dalam hal ini, melakukan hal yang sama kepada umat manusia, tetapi dengan harga yang mahal yaitu kematian Yesus di salib. Hanya dengan memandang kepada salib, kemudian, kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas akan harga yang Allah harus bayar untuk membeli kita kembali dari kehancuran yang telah diakibatkan oleh dosa.
RABU 3 APRIL "KASUS TERHADAP ISRAEL"
Hosea 4:1-3 menghadirkan Allah sebagai seorang yang membawa tuntutan atau sengketa terhadap bangsa Israel. Bangsa pilihan berdosa di hadapan Allahnya karena mereka gagal untuk hidup sesuai dengan perjanjian. Kebenaran, rahmat, dan pengetahuan akan Allah seharusnya menjadi ukuran dari hubungan Israel dengan Allah. Menurut Hosea 2:18-20, itu adalah pemberian yang Allah limpahkan kepada umat-Nya pada sat pembaruan perjanjian itu.
Oleh karena dosa, kehidupan Israel adalah tanpa kasih karunia ini. Kejahatan yang didaftarkan oleh Hosea telah membawa bangsa ini ke jurang kehancuran. Pemimpin agama, imam dan nabi, berbagi tanggung jawab dalam kemerosotan kehidupan bangsa Israel dan bertanggung jawab untuk itu. Mereka adalah tanggung jawab yang sangat besar. Jika mereka tidak menghadapi pelecehan-pelecehan ini dan tidak mengutuk perlakukan yang tidak adil, mereka sendiri akan dikutuk oleh Allah.
Pada Perjanjian Lama, penyembahan berhala dianggap sebagai dosa yang paling serius karena itu menyangkal peranan Tuhan Allah di dalam kehidupan bangsa itu dan mereka secara pribadi. Oleh karena musim kemarau, hujan adalah masalah hidup dan mati. Bangsa Israel percaya bahwa berkat untuk mereka, seperti hujan, adalah berasal dari Baal. Jadi, mereka membangun kuil bagi allah asing dan mulai mencampurkan hal yang tidak bermoral dengan ibadah.
Pada saat yang sama, ketidakadilan sosial merajalela. Kelompok orang kaya mengeksploitasi petani supaya dapat membayar upeti kepada bangsa Asyur. Banyak orang yang terpaksa menipu dan berbuat curang (Hos. 12:7, 8). Periode sebelumnya yang damai dan makmur mengakibatkan kekacauan politik dan sosial. Bangsa itu berada pada jurang kekacauan total.
"Orang kaya yang malang, mengaku melayani Allah, adalah oleh karena kasihan. Sementara mereka mengakui Allah, dalam tindakan mereka menyangkal-Nya. Betapa gelapnya kegelapan itu. Mereka mengakui memiliki iman dalam kebenaran, tetapi pekerjaan mereka tidak sesuai dengan pengakuan mereka. Cinta kepada kekayaan membuat orang mementingkan diri, suka menuntut dan sombong. Kekayaan adalah kuasa; kasih akan hal tersebut sering sekali merusak akhlak dan melumpuhkan semua keagungan dan kesalehan dalam diri manusia."---Ellen G. White, Testimonies for the Church, Jld. 2, hlm. 682.
Bacalah Yak. 5:1-7. Bagaimanakah kata-kata ini sesuai dengan kebenaran masa kini seperti yang dinyatakan dalam pekabaran tiga malaikat, Wah. 14:6-12? Bagaimanapun keadaan keuangan kita, bagaimanakah kita dapat melindungi diri kita dari bahaya yang disebabkan uang bagi pengikut Kristus?
Yak. 5:1-7
5:1. Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
5:4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.
5:5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.
5:6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.
5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
KAMIS 4 APRIL "PANGGILAN UNTUK BERTOBAT"
"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yoh. 17:3).
Nabi mendesak bangsa itu, yang telah binasa di dalam dosa "oleh karena kurang pengetahuan" (Hos. 4:6), menekan untuk mengenal Allah dengan sesungguhnya dan hidup selaras dengan prinsip Allah yang kekal. Itu adalah orang-orang yang kurang pengetahuan, pengetahuan akan Allah, yang menuntun mereka kepada pemberontakan dan akhirnya mengakibatkan penghakiman.
Sebenarnya, melalui iman dan penurutan mereka akan mengenal Tuhan. Pengetahuan ini bisa juga membuat dekat dan intim. Itulah persisnya mengapa, berulangkali dan selalu, pernikahan adalah lambang dari jenis hubungan yang Allah inginkan dengan kita.
Masalah dosa membawa perpisahan yang menakutkan antara Allah dan manusia. Tetapi, melalui kematian Kristus di salib, jalan telah dibuat sehingga kita semua dapat berjalan bersama dengan Tuhan. Kita dapat, memang demikian, mengenal dia secara pribadi.
Apakah perbedaan antara mengenal pengetahuan kita tentang Allah dengan mengenal Allah? Bagaimanakah perbedaan ini terpancar dalam kehidupan kita setiap hari? Jika seseorang bertanya kepadamu, bagaimanakah saya bisa mengenal Allah, apakah jawabanmu? Apakah yang ayat-ayat berikut ini ajarkan tentang pentingnya "mengenal Tuhan?"
Kel. 33:12, 13
33:12. Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku.
33:13 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu."
Yer. 9:23, 24
9:23. Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
Dan. 11:32
11:32 Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.
1 Yoh. 2:4
2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
JUMAT 5 APRIL
Pendalaman: Sementara waktu telah berlalu, Hosea menyadari bahwa nasibnya sebagai nabi kecil untuk kesedihan Ilahi, bahwa kesedihannya adalah pantulan dari kesedihan Allah. Dalam kesedihan bersama Allah sebagai tindakan simpati dengan kesedihan Ilahi, sang Nabi mungkin melihat arti dari pernikahan yang ia telah terima seusai dengan perintah Ilahi.
Hanya dengan hidup melalui kehidupannya sendiri, mengalami Israel sebagi istri Allah, Nabi dapat merasakan keadaan Ilahi. Pernikahan adalah sebuah pelajaran, gambaran, lebih hanya sekadar lambang atau sakramen."----Abraham J. Heschel,The Prophets (Mass.:Prince Press, 2011), hlm. 56
Dengan bahasa simbolis Hosea membentangkan di hadapan sepuluh suku itu rencana Allah untuk memulihkan setiap jiwa yang menyesali dosanya yang mau bersatu dengan gereja-Nya di bumi, berkat-berkat yang dikaruniakan pada Israel ketika mereka menunjukkan kesetiaan mereka pada-Nya di Tanah Perjanjian. Mengenai orang Israel sebagai satu bangsa kepada siapa Allah rindu menunjukkan kemurahan-Nya, Tuhan memaklumkan, "Aku akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya di sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan; maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia keluar dari tanah Mesir.----Ellen G. White, Alpha Omega, jld 3, hal. 243.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Kita cenderung untuk berpikir, bahwa penyembahan berhala adalah dengan sujud kepada patung. Dalam cara apakah penyembahan berhala dapat menjadi sesuatu yang lebih halus dan lebih menipu dari itu?
2. Di dalam kelas, jelaskan lebih luas tentang arti mengenal Allah. Jika kamu mengatakan "mengenal Tuhan", apa yang kamu maksud dengan hal itu? Bagaimanakah pengetahuan akan Allah ini didapatkan?
3 Beberapa ahli teologi zaman dulu mengatakan bahwa Allah tidak berperasaan, artinya Dia tidak mengalami kesusahan atau kebahagiaan karena tindakan mahluk lain, seperti manusia. Apa yang membuat orang dapat berpikir seperti itu? Mengapakah kita menolaknya?
4 Pikirkanlah lagi tentang penebusan kita yang sangat mahal. Apakah hal itu katakan kepada kita tentang harga kita kepada Allah?
Sekolah Sabat " 30 Maret - 5 April 2013"
Written By Unknown on Jumat, 05 April 2013 | 08.20
Carilah Tuhan dan Hiduplah
PERZINAAN ROHANI
SABAT PETANG
BACALAH UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Hos. 1:1-3; Yeh. 4:1-6; Hos. 2:12-18; 4:1-3; Yak. 5:1-7; Wah. 14:6-12.
AYAT HAFALAN : Aku akan menaburkan dia bagi-Ku di bumi, dan akan menyayangi Lo-Ruhama, dan Aku berkata kepada Lo-Ami: Umat-Ku engkau! Dan ia akan berkata: Allahku!" Hosea 2:22.
Pokok Pikiran: Walaupun berada di antara perzinaan rohani dan hukuman Ilahi, kasih Allah kepada umat-Nya tidak pernah goyah.
Nabi Hosea melayani pada akhir masa kemakmuran dalam sejarah Israel, sesaat sebelum keruntuhan bangsa Asyur pada tahun 722 S. M. Pada masa itu, umat pilihan Allah tidak lagi beribadah kepada Allah saja tetapi juga melayani Baal, Dewa Kanaan.
Berada pada awal Nabi-nabi Kecil, buku Hosea ditujukan pada pertanyaan dari pernyataan nubutan selama masa kemurtadan: Apakah Allah masih mengasihi Israel, meskipun telah bersundal? Apakah Dia masih memiliki rencana untuk mereka meskipun dosa-dosa mereka dan penghukuman yang akan datang?
Cerita pribadi Hosea dan nubuatan adalah ikatan yang tidak dapat dipisahkan dalam bukunya. Sama seperti seorang nabi yang mengampuni istrinya yang tidak setia dan mau menerima dia kembali, Allah ingin melakukan hal yang sama kepada umat-Nya.
Apakah yang dapat kita pelajari dari pengalaman Hosea dan cara Allah memperlakukan ketidakpatuhan Israel?
*Pelajari Pelajaran Pekan ini untuk persiapan Sabat, 6 April.
MINGGU 31 MARET "PERINTAH YANG ANEH"
"Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN." Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki (Hos. 1:2, 3, NIV).
Selama beberapa abad, pelajar Alkitab memperdebatkan dasar dari perintah ini, mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah Gomer adalah seorang pelacur atau hanya seorang istri yang tidak setia? Apakah dia tidak bermoral sebelum menikah dengan Hosea, atau apakah dia menjadi tidak setia setelah menikah?
Kita tidak tahu kepastiannya. Satu hal, bagaimanapun juga: Ketika Allah berbicara kepada Hosea dan melalui dia, Dia ingin mengalihkan perhatian umat-Nya dari kisah Hosea kepada kisah cinta Allah kepada Israel. Karena Gomer adalah bangsa Israel, kisah dari pernikahannya dengan Nabi berpadu dengan cerita perjanjian Allah dengan umat-Nya.
Ada beberapa hal sama antara kisah Hosea dan pengalaman Allah dengan umat-Nya. Pada ukuran manusia, Gomer berzina terhadap Hosea; pada ukuran rohani, Israel tidak setia kepada Allah. Sama seperti perzinaan Gomer menyakiti hati suaminya, jadi penyembahan berhala bangsa Israel sangat mendukakan hati Allah. Hosea dipanggil untuk menanggung patah hati dan pernikahan yang hancur. Dia harus menderita kemarahan dan rasa malu. Namun, semakin dia mengalami ketidaksetiaan Gomer, semakin dalam dia memahami kepedihan dan kekecewaan Allah dengan Israel.
Allah sering meminta Nabi-nabi yang lain untuk melakukan sesuatu diluar berkhotbah. Bacalah ayat-ayat berikut ini dan jelaskan bagaimana tindakan nabi-nabi menggambarkan hubungan Allah dengan Umat-Nya. (Yes. 20:1-6; Yer. 27:1-7; Yeh. 4:1-6).
Yes. 20:1-6
20:1. Pada tahun ketika panglima yang dikirim oleh Sargon, raja Asyur, tiba di Asdod lalu memerangi dan merebutnya,
20:2 pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: "Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu," lalu iapun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.
20:3 Berfirmanlah TUHAN: "Seperti hamba-Ku Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda dan alamat terhadap Mesir dan terhadap Etiopia,
20:4 demikianlah raja Asyur akan menggiring orang Mesir sebagai tawanan dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir.
20:5 Maka orang akan terkejut dan malu karena Etiopia, pokok pengharapan mereka, dan karena Mesir, kebanggaan mereka.
20:6 Dan penduduk tanah pesisir ini akan berkata pada waktu itu: Lihat, beginilah nasib orang-orang yang kami harapkan, kepada siapa kami melarikan diri minta pertolongan supaya diselamatkan dari raja Asyur. Bagaimana mungkin kami terluput?"
Yer. 27:1-7;
27:1. Pada permulaan pemerintahan Zedekia, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN kepada Yeremia.
27:2 Beginilah firman TUHAN kepadaku: "Buatlah tali pengikat dan gandar, lalu pasanglah itu pada tengkukmu!
27:3 Kemudian kirimlah pesan kepada raja Edom, kepada raja Moab, kepada raja bani Amon, kepada raja Tirus dan kepada raja Sidon, dengan perantaraan utusan-utusan yang telah datang ke Yerusalem menghadap Zedekia, raja Yehuda.
27:4 Perintahkanlah mereka mengatakan kepada tuan-tuan mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Beginilah harus kamu katakan kepada tuan-tuanmu:
27:5 Akulah yang menjadikan bumi, manusia dan hewan yang ada di atas muka bumi dengan kekuatan-Ku yang besar dan dengan lengan-Ku yang terentang, dan Aku memberikannya kepada orang yang benar di mata-Ku.
27:6 Dan sekarang, Aku menyerahkan segala negeri ini ke dalam tangan hamba-Ku, yakni Nebukadnezar, raja Babel; juga binatang di padang telah Kuserahkan supaya tunduk kepadanya.
27:7 Segala bangsa akan takluk kepadanya dan kepada anaknya dan kepada cucunya, sampai saatnya juga tiba bagi negerinya sendiri, maka banyak bangsa dan raja-raja yang besar akan menaklukkannya.
Yeh. 4:1-6
4:1. "Engkau, anak manusia, ambillah sebuah batu bata, letakkan di hadapanmu dan ukirlah di atasnya sebuah kota, yaitu Yerusalem.
4:2 Ukirlah kota itu dalam keadaan terkepung: dirikan sebuah benteng pengepungan, timbun pula tanah menjadi tembok pengepungan, tempatkan perkemahan tentara dan susun alat-alat pendobrak sekeliling kota itu.
4:3 Lalu ambillah sebidang besi dan dirikanlah itu di antaramu dengan kota itu menjadi dinding besi, kemudian tujukanlah wajahmu ke arah kota itu, sehingga kota itu dalam keadaan terkepung, dan engkaulah yang mengepung dia. Inilah menjadi lambang bagi kaum Israel.
4:4 Berbaringlah engkau pada sisi kirimu dan Aku akan menanggungkan hukuman kaum Israel atasmu. Berapa hari engkau berbaring demikian, selama itulah engkau menanggung hukuman mereka.
4:5 Beginilah Aku tentukan bagimu: Berapa tahun hukuman kaum Israel, sekian harilah engkau menanggung hukuman mereka, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.
4:6 Kalau engkau sudah mengakhiri waktu ini, berbaringlah engkau untuk kedua kalinya, tetapi pada sisi kananmu dan tanggunglah hukuman kaum Yehuda empat puluh hari lamanya; Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.
Kesaksian seperti apakah bagi Tuhan, bukan hanya dengan kata-katamu, tetapi juga tindakanmu? Apakah dalam hidupmu yang menyatakan bahwa kamu adalah orang baik tetapi adalah pengikut Kristus.
SENIN 1 APRIL "PERZINAAN ROHANI"
Ketika istri Hosea, Gomer, berzina, dia menderita pengkhianatan, penghinaan, dan rasa malu. Kepada teman dan tetangganya yang melihat penderitaannya, Hosea menyampaikan pesan Ilahi melalui kata-kata dan tindakan: Israel, Istri Allah, sama juga seperti Gomer. Umat pilihan yang telah melakukan perzinaaan rohani.
Yes. 20:1-6
20:1. Pada tahun ketika panglima yang dikirim oleh Sargon, raja Asyur, tiba di Asdod lalu memerangi dan merebutnya,
20:2 pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: "Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu," lalu iapun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.
20:3 Berfirmanlah TUHAN: "Seperti hamba-Ku Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda dan alamat terhadap Mesir dan terhadap Etiopia,
20:4 demikianlah raja Asyur akan menggiring orang Mesir sebagai tawanan dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir.
20:5 Maka orang akan terkejut dan malu karena Etiopia, pokok pengharapan mereka, dan karena Mesir, kebanggaan mereka.
20:6 Dan penduduk tanah pesisir ini akan berkata pada waktu itu: Lihat, beginilah nasib orang-orang yang kami harapkan, kepada siapa kami melarikan diri minta pertolongan supaya diselamatkan dari raja Asyur. Bagaimana mungkin kami terluput?"
Yer. 27:1-7;
27:1. Pada permulaan pemerintahan Zedekia, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN kepada Yeremia.
27:2 Beginilah firman TUHAN kepadaku: "Buatlah tali pengikat dan gandar, lalu pasanglah itu pada tengkukmu!
27:3 Kemudian kirimlah pesan kepada raja Edom, kepada raja Moab, kepada raja bani Amon, kepada raja Tirus dan kepada raja Sidon, dengan perantaraan utusan-utusan yang telah datang ke Yerusalem menghadap Zedekia, raja Yehuda.
27:4 Perintahkanlah mereka mengatakan kepada tuan-tuan mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Beginilah harus kamu katakan kepada tuan-tuanmu:
27:5 Akulah yang menjadikan bumi, manusia dan hewan yang ada di atas muka bumi dengan kekuatan-Ku yang besar dan dengan lengan-Ku yang terentang, dan Aku memberikannya kepada orang yang benar di mata-Ku.
27:6 Dan sekarang, Aku menyerahkan segala negeri ini ke dalam tangan hamba-Ku, yakni Nebukadnezar, raja Babel; juga binatang di padang telah Kuserahkan supaya tunduk kepadanya.
27:7 Segala bangsa akan takluk kepadanya dan kepada anaknya dan kepada cucunya, sampai saatnya juga tiba bagi negerinya sendiri, maka banyak bangsa dan raja-raja yang besar akan menaklukkannya.
Yeh. 4:1-6
4:1. "Engkau, anak manusia, ambillah sebuah batu bata, letakkan di hadapanmu dan ukirlah di atasnya sebuah kota, yaitu Yerusalem.
4:2 Ukirlah kota itu dalam keadaan terkepung: dirikan sebuah benteng pengepungan, timbun pula tanah menjadi tembok pengepungan, tempatkan perkemahan tentara dan susun alat-alat pendobrak sekeliling kota itu.
4:3 Lalu ambillah sebidang besi dan dirikanlah itu di antaramu dengan kota itu menjadi dinding besi, kemudian tujukanlah wajahmu ke arah kota itu, sehingga kota itu dalam keadaan terkepung, dan engkaulah yang mengepung dia. Inilah menjadi lambang bagi kaum Israel.
4:4 Berbaringlah engkau pada sisi kirimu dan Aku akan menanggungkan hukuman kaum Israel atasmu. Berapa hari engkau berbaring demikian, selama itulah engkau menanggung hukuman mereka.
4:5 Beginilah Aku tentukan bagimu: Berapa tahun hukuman kaum Israel, sekian harilah engkau menanggung hukuman mereka, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.
4:6 Kalau engkau sudah mengakhiri waktu ini, berbaringlah engkau untuk kedua kalinya, tetapi pada sisi kananmu dan tanggunglah hukuman kaum Yehuda empat puluh hari lamanya; Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.
Kesaksian seperti apakah bagi Tuhan, bukan hanya dengan kata-katamu, tetapi juga tindakanmu? Apakah dalam hidupmu yang menyatakan bahwa kamu adalah orang baik tetapi adalah pengikut Kristus.
SENIN 1 APRIL "PERZINAAN ROHANI"
Ketika istri Hosea, Gomer, berzina, dia menderita pengkhianatan, penghinaan, dan rasa malu. Kepada teman dan tetangganya yang melihat penderitaannya, Hosea menyampaikan pesan Ilahi melalui kata-kata dan tindakan: Israel, Istri Allah, sama juga seperti Gomer. Umat pilihan yang telah melakukan perzinaaan rohani.
Nabi Yeremia memperbandingkan ketidaksetiaan umat Allah dengan "pelacuran" yang hidup dengan banyak kekasih, walaupun Allah telah mempersiapkan semuanya untuk mereka (Yer. 3:1, NIV). Dalam cara yang sama, Nabi Yehezkiel menyebut penyembahan berhala Israel "istri yang berzina" yang telah berpisah dengan suami yang benar (Yeh. 16:32, NKJV). Untuk alasan ini, penyembahan berhala dalam Alkitab digambarkan sebagai perzinaan rohani.
Bacalah Hosea 2:8-13. Peringatan apakah yang diberikan di sini? Dalam cara apakah kita, sebagai anggota GMAHK, dalam keadaan bahaya jika melakukan hal yang sama?
Hosea 2:8-13
2:8 (2-7) Tetapi dia tidak insaf bahwa Akulah yang memberi kepadanya gandum, anggur dan minyak, dan yang memperbanyak bagi dia perak dan emas yang dibuat mereka menjadi patung Baal.
2:9 (2-8) Sebab itu Aku akan mengambil kembali gandum-Ku pada masanya dan anggur-Ku pada musimnya, dan akan merampas kain bulu domba dan kain lenan-Ku yang harus menutupi auratnya.
2:10 (2-9) Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para kekasihnya, dan seorangpun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku.
2:11 (2-10) Aku akan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya.
2:12 (2-11) Aku akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya: Ini semuanya pemberian kepadaku, yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku! Aku akan membuatnya menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis.
2:13 (2-12) Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku," demikianlah firman TUHAN.
Ungkapan "gandum, anggur dan minyak baru" juga digunakan dalam buku Ulangan(Ul. 7:12-14) untuk menggambarkan hasil utama Bangsa Israel yang dinikmati dalam kelimpahan sesuai dengan janji Allah yang diberikan melalui Musa. Pada zaman Hosea, mereka sangat tidak bersyukur kepada Allah, mereka terbungkus dengan dunia di sekitar mereka, di mana mereka telah memberikan pemberian mereka yang sebenarnya diberikan Allah kepada mereka, diberikan kepada berhala. Apakah peringatan ini kepada kita di mana pemberian yang diberikan harus digunakan dalam pelayanan kepada Tuhan, dan bukan dengan cara yang tidak pernah dimaksudkan untuk itu (Mat. 6:24).
"Bagaimanakah Allah memandang ketidakbersyukuran kita dan kurangnya menghargai berkat-berkat-Nya? Ketika kita melihat satu kelalaian atau salah menggunakan talenta kita, hati dan tangan kita tertutup terhadap-Nya. Tetapi mereka yang menerima karunia dari Allah, hari demi hari, dan tahun demi tahun, salah menggunakan berkatnya dan mengabaikan jiwa yang mana untuk mereka Kristus mati. Harta yang dia pinjamkan kepada mereka untuk menopang urusan dan membangun kerajaannya diinvestasikan pada rumah dan tanah, dihamburkan dengan kesombongan dna mementingkan diri, dan Pemberi dilupakan."---Ellen G. White,Advent Review and Sabbath Herald, 7 Desember 1886
Pikirkanlah tentang betapa mudahnya untuk mengambil karunia yang Allah berikan kepadamu dan menggunakannya semaunya, atau bahkan dengan cara penyembahan berhala. Cara-cara sederhana apakah untuk mencegah dosa ini dalam hidup kita.
SELASA 2 APRIL "JANJI PEMULIHAN"
Bacalah Hosea 2, apakah pesan mendasar Allah kepada umat-Nya disini? Bagaimanakah Injil dinyatakan dalam pasal ini?
Hosea 2
2:1. (1-12) Katakanlah kepada saudara-saudaramu laki-laki: "Ami!" dan kepada saudara-saudaramu perempuan: "Ruhama!"
2:2 (2-1) "Adukanlah ibumu, adukanlah, sebab dia bukan isteri-Ku, dan Aku ini bukan suaminya; biarlah dijauhkannya sundalnya dari mukanya, dan zinahnya dari antara buah dadanya,
2:3 (2-2) supaya jangan Aku menanggalkan pakaiannya sampai dia telanjang, dan membiarkan dia seperti pada hari dia dilahirkan, membuat dia seperti padang gurun, dan membuat dia seperti tanah kering, lalu membiarkan dia mati kehausan.
2:4 (2-3) Tentang anak-anaknya, Aku tidak menyayangi mereka, sebab mereka adalah anak-anak sundal.
2:5 (2-4) Sebab ibu mereka telah menjadi sundal; dia yang mengandung mereka telah berlaku tidak senonoh. Sebab dia berkata: Aku mau mengikuti para kekasihku, yang memberi roti dan air minumku, bulu domba dan kain lenanku, minyak dan minumanku.
2:6. (2-5) Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menyekat jalannya dengan duri-duri, dan mendirikan pagar tembok mengurung dia, sehingga dia tidak dapat menemui jalannya.
2:7 (2-6) Dia akan mengejar para kekasihnya, tetapi tidak akan mencapai mereka; dia akan mencari mereka, tetapi tidak bertemu dengan mereka. Maka dia akan berkata: Aku akan pulang kembali kepada suamiku yang pertama, sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang.
2:8 (2-7) Tetapi dia tidak insaf bahwa Akulah yang memberi kepadanya gandum, anggur dan minyak, dan yang memperbanyak bagi dia perak dan emas yang dibuat mereka menjadi patung Baal.
2:9 (2-8) Sebab itu Aku akan mengambil kembali gandum-Ku pada masanya dan anggur-Ku pada musimnya, dan akan merampas kain bulu domba dan kain lenan-Ku yang harus menutupi auratnya.
2:10 (2-9) Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para kekasihnya, dan seorangpun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku.
2:11 (2-10) Aku akan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya.
2:12 (2-11) Aku akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya: Ini semuanya pemberian kepadaku, yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku! Aku akan membuatnya menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis.
2:13 (2-12) Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku," demikianlah firman TUHAN.
2:14. (2-13) "Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya.
2:15 (2-14) Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.
2:16 (2-15) Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!
2:17 (2-16) Lalu Aku menjauhkan nama para Baal dari mulutmu, maka nama mereka tidak lagi disebut.
2:18 (2-17) Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.
2:19 (2-18) Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.
2:20 (2-19) Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.
2:21 (2-20) Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mendengarkan langit, dan langit akan mendengarkan bumi.
2:22 (2-21) Bumi akan mendengarkan gandum, anggur dan minyak, dan mereka ini akan mendengarkan Yizreel.
2:23 (2-22) Aku akan menaburkan dia bagi-Ku di bumi, dan akan menyayangi Lo-Ruhama, dan Aku berkata kepada Lo-Ami: Umat-Ku engkau! dan ia akan berkata: Allahku!"
Pesan Hosea menghadirkan kebenaran kasih setia Allah yang sangat besar kepada orang-orang yang tidak layak menerima. Hosea 2 berisikan khotbah Allah yang panjang tentang kemurtadan Israel, yang kemudian dibandingkan dengan kasih Allah yang tiada batas kepada umat-Nya. Setelah penghukuman, suami akan memimpin istrinya berjalan di padang belantara, di mana mereka akan menikah kembali.
Jadi, pasal ini diakhiri dengan lukisan dari masa yang akan datang pada saat penghakiman ketika Allah merayu bangsa Israel untuk mengasihi-Nya sebagaimana sebelumnya (Hos. 2:12-15). Hewan liar tidak akan lagi menelan pohon anggur dan ara, tetapi mencari pasangan dalam perjanjian yang baru (Hos. 2:18). Dan lagi, semua anak-anak akan mendapatkan nama baru, menyatakan kembali kemauan Allah untuk menyembuhkan dan mengampuni pelanggaran masa lalu umat-Nya.
Allah menawarkan dengan cuma-cuma untuk mengampuni dosa kita. Berapa besarkah harga dari pengampunan itu? Apakah harga pribadi dari pelajaran ini kepada Hosea? Hos. 3:1, 2.
3:1. Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."
3:2 Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai.
Bertumbuh sebagai seorang laki-laki di Israel, Hosea terlahir untuk menikmati status dalam kelompok nabi-nabi. Tetapi keistimewaan ini didapat dengan tanggung jawab yang besar. Seorang laki-laki pada zaman Israel kuno harus membuat usaha yang sangat besar untuk mengampuni dan menerima kembali istri yang tidak setia, belum lagi menerima anak-anak orang lain sebagi anaknya sendiri. Berdiri bersama istri dan anak-anaknay dan, hingga, menerima penolakan masyarakat adalah satu pengalaman yang sangat sukar dalam hidup.
Hosea, bagaimanapun juga, "membeli" dia kembali. Allah, dalam hal ini, melakukan hal yang sama kepada umat manusia, tetapi dengan harga yang mahal yaitu kematian Yesus di salib. Hanya dengan memandang kepada salib, kemudian, kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas akan harga yang Allah harus bayar untuk membeli kita kembali dari kehancuran yang telah diakibatkan oleh dosa.
RABU 3 APRIL "KASUS TERHADAP ISRAEL"
Hosea 4:1-3 menghadirkan Allah sebagai seorang yang membawa tuntutan atau sengketa terhadap bangsa Israel. Bangsa pilihan berdosa di hadapan Allahnya karena mereka gagal untuk hidup sesuai dengan perjanjian. Kebenaran, rahmat, dan pengetahuan akan Allah seharusnya menjadi ukuran dari hubungan Israel dengan Allah. Menurut Hosea 2:18-20, itu adalah pemberian yang Allah limpahkan kepada umat-Nya pada sat pembaruan perjanjian itu.
Oleh karena dosa, kehidupan Israel adalah tanpa kasih karunia ini. Kejahatan yang didaftarkan oleh Hosea telah membawa bangsa ini ke jurang kehancuran. Pemimpin agama, imam dan nabi, berbagi tanggung jawab dalam kemerosotan kehidupan bangsa Israel dan bertanggung jawab untuk itu. Mereka adalah tanggung jawab yang sangat besar. Jika mereka tidak menghadapi pelecehan-pelecehan ini dan tidak mengutuk perlakukan yang tidak adil, mereka sendiri akan dikutuk oleh Allah.
Pada Perjanjian Lama, penyembahan berhala dianggap sebagai dosa yang paling serius karena itu menyangkal peranan Tuhan Allah di dalam kehidupan bangsa itu dan mereka secara pribadi. Oleh karena musim kemarau, hujan adalah masalah hidup dan mati. Bangsa Israel percaya bahwa berkat untuk mereka, seperti hujan, adalah berasal dari Baal. Jadi, mereka membangun kuil bagi allah asing dan mulai mencampurkan hal yang tidak bermoral dengan ibadah.
Pada saat yang sama, ketidakadilan sosial merajalela. Kelompok orang kaya mengeksploitasi petani supaya dapat membayar upeti kepada bangsa Asyur. Banyak orang yang terpaksa menipu dan berbuat curang (Hos. 12:7, 8). Periode sebelumnya yang damai dan makmur mengakibatkan kekacauan politik dan sosial. Bangsa itu berada pada jurang kekacauan total.
"Orang kaya yang malang, mengaku melayani Allah, adalah oleh karena kasihan. Sementara mereka mengakui Allah, dalam tindakan mereka menyangkal-Nya. Betapa gelapnya kegelapan itu. Mereka mengakui memiliki iman dalam kebenaran, tetapi pekerjaan mereka tidak sesuai dengan pengakuan mereka. Cinta kepada kekayaan membuat orang mementingkan diri, suka menuntut dan sombong. Kekayaan adalah kuasa; kasih akan hal tersebut sering sekali merusak akhlak dan melumpuhkan semua keagungan dan kesalehan dalam diri manusia."---Ellen G. White, Testimonies for the Church, Jld. 2, hlm. 682.
Bacalah Yak. 5:1-7. Bagaimanakah kata-kata ini sesuai dengan kebenaran masa kini seperti yang dinyatakan dalam pekabaran tiga malaikat, Wah. 14:6-12? Bagaimanapun keadaan keuangan kita, bagaimanakah kita dapat melindungi diri kita dari bahaya yang disebabkan uang bagi pengikut Kristus?
Yak. 5:1-7
5:1. Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
5:4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.
5:5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.
5:6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.
5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
KAMIS 4 APRIL "PANGGILAN UNTUK BERTOBAT"
"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yoh. 17:3).
Nama Hosea dalam bahasa Ibrani berarti "Tuhan menyelamatkan", dan berhubungan dengan Yosua, Yesaya dan bahkan Yesus. Nabi memanggil bangsa itu untuk menolak dosa dan mencari perlindungan di dalam Tuhan Allah karena Dialah Pencipta dan Penebus. Tujuan dari penghakiman adalah mengingatkan orang berdosa bahwa hidup dan kekuatan mereka berasal dari seseorang yang untuk-Nya mereka harus kembali. Jadi, walaupun berada di antara peringatan dan pernyataan penghakiman, buku Hosea juga menghadirkan baik tema pertobatan manusia dan pengampunan Ilahi.
Nabi mendesak bangsa itu, yang telah binasa di dalam dosa "oleh karena kurang pengetahuan" (Hos. 4:6), menekan untuk mengenal Allah dengan sesungguhnya dan hidup selaras dengan prinsip Allah yang kekal. Itu adalah orang-orang yang kurang pengetahuan, pengetahuan akan Allah, yang menuntun mereka kepada pemberontakan dan akhirnya mengakibatkan penghakiman.
Sebenarnya, melalui iman dan penurutan mereka akan mengenal Tuhan. Pengetahuan ini bisa juga membuat dekat dan intim. Itulah persisnya mengapa, berulangkali dan selalu, pernikahan adalah lambang dari jenis hubungan yang Allah inginkan dengan kita.
Itulah sebabnya mengapa kehidupan Kristen yang terutama adalah hubungan dengan Allah yang hidup. Itulah sebabnya mengapa Tuhan memanggil manusia untuk mengenal Dia dan mengikuti kehendak-Nya dalam kehidupan mereka.
Masalah dosa membawa perpisahan yang menakutkan antara Allah dan manusia. Tetapi, melalui kematian Kristus di salib, jalan telah dibuat sehingga kita semua dapat berjalan bersama dengan Tuhan. Kita dapat, memang demikian, mengenal dia secara pribadi.
Apakah perbedaan antara mengenal pengetahuan kita tentang Allah dengan mengenal Allah? Bagaimanakah perbedaan ini terpancar dalam kehidupan kita setiap hari? Jika seseorang bertanya kepadamu, bagaimanakah saya bisa mengenal Allah, apakah jawabanmu? Apakah yang ayat-ayat berikut ini ajarkan tentang pentingnya "mengenal Tuhan?"
Kel. 33:12, 13
33:12. Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku.
33:13 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu."
Yer. 9:23, 24
9:23. Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
Dan. 11:32
11:32 Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.
1 Yoh. 2:4
2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
JUMAT 5 APRIL
Pendalaman: Sementara waktu telah berlalu, Hosea menyadari bahwa nasibnya sebagai nabi kecil untuk kesedihan Ilahi, bahwa kesedihannya adalah pantulan dari kesedihan Allah. Dalam kesedihan bersama Allah sebagai tindakan simpati dengan kesedihan Ilahi, sang Nabi mungkin melihat arti dari pernikahan yang ia telah terima seusai dengan perintah Ilahi.
Hanya dengan hidup melalui kehidupannya sendiri, mengalami Israel sebagi istri Allah, Nabi dapat merasakan keadaan Ilahi. Pernikahan adalah sebuah pelajaran, gambaran, lebih hanya sekadar lambang atau sakramen."----Abraham J. Heschel,The Prophets (Mass.:Prince Press, 2011), hlm. 56
Dengan bahasa simbolis Hosea membentangkan di hadapan sepuluh suku itu rencana Allah untuk memulihkan setiap jiwa yang menyesali dosanya yang mau bersatu dengan gereja-Nya di bumi, berkat-berkat yang dikaruniakan pada Israel ketika mereka menunjukkan kesetiaan mereka pada-Nya di Tanah Perjanjian. Mengenai orang Israel sebagai satu bangsa kepada siapa Allah rindu menunjukkan kemurahan-Nya, Tuhan memaklumkan, "Aku akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya di sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan; maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia keluar dari tanah Mesir.----Ellen G. White, Alpha Omega, jld 3, hal. 243.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Kita cenderung untuk berpikir, bahwa penyembahan berhala adalah dengan sujud kepada patung. Dalam cara apakah penyembahan berhala dapat menjadi sesuatu yang lebih halus dan lebih menipu dari itu?
2. Di dalam kelas, jelaskan lebih luas tentang arti mengenal Allah. Jika kamu mengatakan "mengenal Tuhan", apa yang kamu maksud dengan hal itu? Bagaimanakah pengetahuan akan Allah ini didapatkan?
3 Beberapa ahli teologi zaman dulu mengatakan bahwa Allah tidak berperasaan, artinya Dia tidak mengalami kesusahan atau kebahagiaan karena tindakan mahluk lain, seperti manusia. Apa yang membuat orang dapat berpikir seperti itu? Mengapakah kita menolaknya?
4 Pikirkanlah lagi tentang penebusan kita yang sangat mahal. Apakah hal itu katakan kepada kita tentang harga kita kepada Allah?
Label:
Sekolah Sabat
07.17
SABAT PETANG
BACA UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Kej. 3:21; Mzm. 104:29, 30; Yoh. 1:4; Rm. 5:6-11; Gal. 3:13; Mat. 27:46.
AYAT HAFALAN: "Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus" (1 Korintus 15:22).
Dalam kisah Alkitab, Adam dan Hawa diciptakan menurut gambar Allah, tanpa cacat moral. Tapi mereka memang memiliki kebebasan berkendak, suatu prasyarat bagi mereka untuk mampu mencintai. Ketika Adam dan Hawa memberontak terhadap Allah, mereka jatuh di bawah kekuasaan Setan (lihat Ibr. 2:14), suatu tindakan yang juga membawa seluruh dunia di bawah kekuasaan musuh. Namun, Yesus datang untuk menghancurkan seluruh pekerjaan (1 Yoh. 3:8) dan membebaskan kita dari kekuasaannya. Dia melakukan ini dengan mati menggantikan kita dan menawarkan kehidupan kepada kita. Di salib, Yesus menjadi dosa karena kita (2 Kor. 5:21). Dan mengalami perpisahan dari Bapa-Nya yang disebabkan oleh dosa. Oleh kematian-Nya, Yesus memulihkan hubungan antara Allah dan manusia yang telah rusak oleh dosa Adam dan Hawa.
Semuanya ini secara logis terkait dengan kisah penciptaan. Penciptaan di gambarkan lagi sebagai kuasa Allah Pencipta yang dipakai untuk menciptakan hati yang baru pada anak-anak-Nya (2 Kor. 5:17), memperbarui gambar Allah dalam diri kita dan memulihkan hubungan kita dengan-Nya.
*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan hari Sabat, 23 Maret.
Minggu 17 Maret
KASIH KARUNIA DALAM TAMAN
Seperti yang kita semua ketahui dengan baik, manusia pertama, makhluk sempurna yang diciptakan dalam "gambar Allah," jatuh ke dalam dosa, yang membawa kematian. Mereka telah diperingatkan, dan mereka mengerti apa yang telah diberitahukan kepada mereka. Hawa bahkan mengucapkan kembali kepada ular apa yang telah Allah katakan. Namun, mereka tetap berdosa juga. Kadang-kadang kita, seperti Hawa, dituntun ke dalam dosa oleh tipu daya, sedangkan di lain waktu, kita seperti Adam, berbuat dosa dengan sengaja. Yang mana pun itu, kita adalah orang berdosa, bersalah karena melanggar hukum Allah itu.
Baca Kejadian 3:9-15. Apakah tanggapan Allah terhadap dosa Adam dan Hawa?
Kejadian 3:9-15
3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." 3:11. Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" 3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." 3:14. Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Allah mengadakan pengadilan, bahkan suatu "penghakiman pemeriksaan." Tujuan dari pengadilan ini bukan supaya Allah dapat mempelajari fakta-fakta. Dia sudah tahu fakta-fakta tersebut. Sebaliknya, tujuannya adalah memberikan kepada pasangan itu suatu kesempatan untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka, langkah pertama menuju pertobatan dan pemulihan. Allah bertanya kepada mereka apa yang tejadi, dan mereka mengaku, meski enggan. Meskipun mereka bersalah dan meskipun dosa mereka membawa konsekuensi langsung---janji Injil pertama diberikan (lihat pelajaran 6) kepada mereka di Eden.
Baca Kejadian 3:21. Apakah tindakan kasih karunia selanjutnya yang dinyatakan?
Kejadian 3:21
3:21. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
Kematian datang dengan cara yang tak terduga. Gantinya kematian Adam dan Hawa yang segera, satu atau lebih hewan mati. Bayangkan perasaan Adam ketika hewan itu mati, mungkin untuk menggantikan dia sebagai korban. Inilah pertama kalinya Adam melihat kematian, dan itu pasti membawa kepedihan mental yang sangat besar kepadanya. Kemudian hewan itu dikuliti, dan jubah dibuat dari kulit itu. Kulit itu ditempatkan di atas tubuh Adam untuk menutupi ketelanjangannya. Setiap kali ia melihat jubah itu, atau merasakannya, ia pasti teringat apa yang telah dilakukannya dan apa yang telah hilang dari padanya. Yang lebih penting, ini merupakan pengingat akan kasih karunia Allah.
Tidak diragukan lagi kita semua harus sangat menghargai kasih karunia Allah kepada kita. Apakah cara yang lebih baik untuk mengungkapkan penghargaan daripada menunjukkan kasih karunia kepada orang lain. Kepada siapakah, betapa pun tidak layaknya orang itu, Anda bisa menunjukkan beberapa kasih karunia sekarang ini?
Senin 18 Maret
DOSA DAN KEMATIAN
Dalam Kejadian 3:19, kepada Adam diberitahukan bahwa, pada saat kematian, ia akan kembali kepada debu dari mana ia dijadikan. Hal yang sama terjadi pada kita. Perhatikan---kita tidak kembali kepada kera, karena kita tidak dibuat dari kera. Kita diciptakan dari debu, dan kepada debu itulah kita kembali, pada saat kematian.
Baca Kejadian 2:7; Mazmur 104:29, 30; Yohanes 1:4; Kisah 17:24, 25. Apakah makna utama dari ayat-ayat ini bagi kita? Bagaimanakah seharusnya kebenaran ini mempengaruhi cara hidup kita?
Kejadian 2:7;
2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Mazmur 104:29, 30;
104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. 104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
Yohanes 1:4;
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Kisah 17:24, 25 17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, 17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
Hidup adalah sebuah fenomena yang ajaib. Kita semua akrab dengan kehidupan, namun masih ada sesuatu yang misterius tentang hal itu. Kita bisa membongkar sebuah organisme hidup, namun pada akhirnya kita tidak menemukan apa pun di sana kecuali berbagai jenis atom dan molekul. Kita dapat mengumpulkan molekul-molekul dalam sebuah wadah dan memanaskannya atau melewatkan sebuah percikan listrik melalui wadah itu atau mencoba sejumlah percobaan lain, tapi kita tidak dapat memperoleh kehidupan lagi. Tidak ada wujud yang disebut "kehidupan" di dalam tubuh yang hidup atau sebuah sel hidup. Kehidupan adalah kepunyaan dari keseluruhan sistem hidup, bukan merupakan wujud yang dapat dipisahkan dari sel.
Di sisi lain kita tahu banyak tentang bagaimana mengakibatkan kematian. Kita telah menemukan banyak cara untuk membunuh makhluk hidup. Beberapa metode ini mengungkapkan secara detail kekerasan dan kekejaman hati kita yang berdosa. Kematian dapat kita hasilkan, tetapi penciptaan kehidupan berada di luar jangkauan kita. Tuhan saja yang memiliki kemampuan untuk menciptakan organisme hidup. Para ilmuwan telah mencoba untuk menciptakan kehidupan, mereka berpikir bahwa jika mereka dapat melakukannya maka mereka tidak lagi perlu percaya kepada Tuhan. Sejauh ini, semua upaya tersebut telah gagal.
Baca Yesaya 59:2. Bagaimanakah dosa mempengaruhi hubungan kita dengan Sang Pemberi Hidup?
Yesaya 59:2
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Jika kehidupan hanya datang dari Tuhan, maka perpisahan dari Allah memutuskan kita dari sumber kehidupan. Hasil tak terelakkan dari perpisahan dengan Allah adalah kematian. Bahkan jika seseorang hidup 969 tahun, seperti Metusalah, kisahnya akan tetap berakhir dengan "dan dia mati." Dosa, pada dasarnya, menyebabkan perpisahan dari kehidupan, dan hasilnya adalah kematian.
Selasa, 19 Maret
KETIKA KITA MASIH BERDOSA...
Di seluruh Alkitab kita menemukan bahwa respons Allah terhadap dosa manusia adalah penebusan dengan sifat dan termotivasi oleh kasih yang tulus, dan tidak mementingkan diri. Dia bisa saja dibenarkan sepenuhnya di dalam menyerahkan Adam dan Hawa kepada kuasa Setan yang menghancurkan; lagi pula, bukankah mereka telah menentukan pilihan mereka. Tetapi Allah tahu bahwa Adam dan Hawa tidak memahami arti sepenuhnya dari apa yang mereka lakukan, dan Dia bertekad untuk memberikan mereka kesempatan menjadi lebih mengetahui dan untuk dapat memilih lagi.
Baca Roma 5:6-11. Bagaimanakah ayat-ayat ini membantu kita untuk memahami apa kasih karunia Allah itu sebenarnya?
Roma 5:6-11
5:6. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.
5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
5:11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Ketika orang lain bersalah pada kita, kita ingin mendapatkan permintaan maaf sebelum kita menerima si pelaku kembali kepada hubungan yang baik dengan kita. Tentu saja, permintaan maaf itu pantas dalam keadaan seperti itu. Penyembuhan sepenuhnya terhadap sebuah hubungan yang rusak itu mencakup ekspresi kesedihan dan bertanggung jawab untuk kelakuan buruk tersebut. Tapi Tuhan tidak menunggu kita untuk meminta pengampunan, Dia mengambil inisiatif. Ketika kita masih berdosa, Ia menyerahkan diri-Nya untuk mati bagi kita. Ini adalah demonstrasi kasih Ilahi yang indah.
Bagaimanakah perilaku kita dibandingkan dengan perilaku Allah? Betapa seringkah kita tersinggung dan marah dan berusaha membalas dendam bukannya melakukan pemulihan? Kita harus selamanya bersyukur bahwa Allah tidak memperlakukan kita dengan cara itu.
Perlakukan Allah terhadap orang berdosa menunjukkan arti sebenarnya dari kasih. Itu bukan perasaan belaka tetapi perilaku yang berprinsip di mana setiap upaya dilakukan untuk mendamaikan pelaku dengan si korban dan memulihkan hubungan. Perlakukan Allah terhadap Adam dan Hawa adalah sebuah gambaran tentang bagaimana Dia berhubungan dengan dosa kita.
"Adegan Kalvari membutuhkan perasaan terdalam. Terhadap hal ini Anda dapat dimaafkan jika Anda menunjukkan antusiasme. Bahwa Kristus, yang demikian baik, demikian polos, harus menderita kematian yang menyakitkan seperti itu, menanggung beban dosa-dosa dunia, pikiran dan imajinasi kita tidak pernah bisa mengerti sepenuhnya. Panjang, lebar, tinggi, dan dalamnya, kasih luar biasa seperti itu tidak dapat kita pahami"---Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 2, hlm. 213. Mungkin kita tidak bisa memahami kasih ini, tapi mengapa begitu penting bagi kita untuk mencobanya?
Rabu, 20 Maret
PENGGANTI PENANGGUNG DOSA
"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'" (Gal. 3:13). Tetaplah pada implikasi menakjubkan dari ayat ini, tetaplah ingat akan Keilahian Kristus. Apakah yang diberitahukan oleh hal ini kepada kita tentang apa yang Tuhan ingin lakukan untuk menyelamatkan kita? Lebih daripada itu, apakah yang dinyatakan oleh hal ini kepada kita tentang betapa tragis bagi siapa pun yang tidak menerima ketentuan yang dibuat Kristus demi kita?
Dengan menanggungkan kesalahan karena dosa-dosa kita ke atas diri-Nya dan mati terpisah dari Allah, Yesus menggenapi janji yan gdibuat di Taman Eden bahwa Benih perempuan itu akan meremukkan kepala ular. Pengorbanan-Nya memungkinkan terjadinya rekonsiliasi Allah dan keluarga manusia dan pada akhirnya akan mengakibatkan tersingkirnya kejahatan dari alam semesta (Ibr. 2:14; Why. 20:14).
Sambil mengingat Galatia 3:13, baca Matius 27:46. Apakah yang diungkapkan oleh kata-kata Yesus tentang yang Dia alami di kayu salib?
Galatia 3:13
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Matius 27:46
27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Di salib, Kristus menerima kutukan dosa demi kita. Ini adalah perubahan dalam status-Nya dengan Bapa. Anak domba korban, ketika dibawa ke mezbah, menjadi pengganti bagi kematian orang berdosa. Demikian pula, pada saat Kristus pergi ke kayu salib, status-Nya di hadapan Bapa berubah. Terpisah dari hadapan Bapa, Ia merasakan kutukan yang disebabkan oleh dosa kita. Dengan kata lain, Yesus yang adalah Satu dengan Bapa sejak kekekalan, mengalami pemisahan dari Bapa, dalam apa yang Ellen White sebut "terpisah dari kuasa Ilahi."---Ellen G. White, Manuscript 93, 1899. Betapapun sulitnya untuk memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi, kita dapat menyadari bahwa harga yang luar biasa telah dibayar untuk menebus kita.
Kamis, 21 Maret
SUATU CIPTAAN BARU
Kabar Injil yang termasyhur berpusat pada sekitar kematian Yesus sebagai pengganti kita. Dia mengambil dosa kita ke atas diri-Nya, menanggung dalam diri-Nya sendiri hukuman yang selayaknya kita tanggung. Sebagaimana yang juga telah kita lihat, keseluruhan ide tentang Kristus sebagai pengganti kita, mati untuk dosa dunia, terkait erat dengan kisah penciptaan. Kristus datang untuk menghancurkan kematian, yang merupakan penyusup asing dalam ciptaan Allah. Jika teori evolusi adalah cara yang Allah pilih untuk menciptakan manusia, maka itu berarti bahwa kematian, bukanlah suatu kelainan dan musuh, malahan itu akan menjadi bagian dari rencana awal Allah bagi umat manusia. Tentunya kematian akan memainkan peran penting dalam cara di mana Allah menciptakan kita. Maka tidak heran, bahwa orang Kristen harus menolak evolusi teistik sebagai cara yang dapat dilakukan untuk memahami kisah penciptaan.
Kisah penciptaan di kitab Kejadian, betapapun pentingnya dalam membantu kita untuk memahami kematian Kristus demi kepentingan kita, juga membantu kita untuk memahami aspek lain dri rencana keselamatan, yaitu pekerjaan penciptaan Allah dalam kita, saat kita mengambil bagian dalam kekudusan-Nya sekarang.
Baca Mazmur 51:10; Yehezkiel 36:26, 27; Kolose 3:10; dan 2 Korintus 5:17. Apakah janji-janji yang diberikan kepada kita di sini yang terkait dengan konsep Allah sebagai Pencipta, sebagaimana terungkap dalam Kejadian 1 dan 2?
Mazmur 51:10;
51:10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Yehezkiel 36:26, 27;
36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Kolose 3:10;
3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
2 Korintus 5:17
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Hati baru adalah suatu ciptaan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah. Kita tidak bisa melakukannya sendiri tetapi harus bergantung pada Pencipta yang sama yang membentuk dunia dan menciptakan leluhur kita yang pertam. Raja Daud mengetahui kebutuhannya dan meminta Tuhan untuk memecahkan masalah itu dengan tindakan penciptaan.
Memang, orang yang berada di "dalam Kristus" adalah ciptaan baru. Cara pikir yang lama harus disingkirkan dan diganti dengan pikiran yang baru diciptakan. Pikiran baru kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, sesuai dengan kehendak Tuhan. Penciptaan jenis ini adalah proses supra alami, terjadi melalui kuasa Roh Kudus. Kuasa penciptaan Allah, seperti yang ditunjukkan dalam penciptaan mula-mula, memberi kita keyakinan bahwa kuasa penciptaan Allah mampu mengubah hidup kita dan membawa kita kembali ke dalam hubungan dengan-Nya.
Bagaimanakah Anda mengalami apa artinya menjadi ciptaan baru dalam Kristus? Apakah artinya ini, dalam pengertian praktis setiap hari? Apakah yang berubah dalam kehidupan seseorang yang telah memiliki pengalaman ini?
Jumat 22 Maret
PENDALAMAN: "Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya.' [Ulangan 29:29]. Bagaimana Allah menyelesaikan pekerjaan penciptaan tidak pernah dinyatakannya kepada manusia, ilmu pengetahuan manusia tidak akan mampu mengungkapkan rahasia-rahasia Yang Mahatinggi. Kuasa-Nya untuk mencipta tak terpahami sama seperti adanya Dia."---Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 123.
"Dalam keadaan gelap hadirat Allah disembunyikan. Ia menjadikan kegelapan itu kemah-Nya, dan menyembunyikan kemuliaan-Nya dari mata manusia. Allah dan malaikat-malaikat-Nya yang suci berada di sisi salib itu. Bapa bersama-sama dengan Anak-Nya. Meskipun demikian hadirat-Nya tidak dinyatakan. Seandainya kemuliaan-Nya memancar dari awan, maka setiap manusia yang memandangnya akan dibinasakan. Dan pada saat yang menakutkan itu Kristus tidak perlu dihiburkan dengan hadirat Bapa. Ia sudah mengirik apitan air anggur sendirian, dan dari segala bangsa itu seorang pun tiada serta-Nya."--- Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 405.
PERTANYAAN DIDISKUSIKAN:
1. Bagaimanakah Injil berhubugan dengan kisah penciptaan? Apakah aspek-aspek tertentu dari Kejadian 1-3 yang menjadi dasar Injil? Bagaimanakah kisah Yesus berdasarkan kebenaran sejarah dalam Kejadian? Bagaimanakah orang akan menceritakan kisah tentang Yesus jika tidak ada Adam dan Hawa?
2. Alkitab menyatakan bahwa penciptaan terjadi oleh proses supra alami yang tidak dapat diselidiki oleh ilmu pengetahuan tetapi yang bisa dipelajari hanya melalui wahyu khusus. Karena itu, ketegangan antara Alkitab dan ilmu pengetahuan, tidaklah mengherankan. Lalu mengapa merupakan suatu kesalahan untuk mengharapkan ilmu pengetahuan dapat menjelaskan semua pekerjaan penciptaan Allah?
3. Apakah hubungan antara Injil, penciptaan, dan penghakiman seperti yang ditunjukkan dalam Wahyu 14:6, 7?
4. Kritik terhadap Kekristenan sering berpendapat bahwa Yesus tahu sebelumnya, meskipun Dia akan mati, Ia akan dibangkitkan untuk hidup. Dengan demikian, mereka bertanya, apakah masalahnya dengan kematian-Nya kalau Dia tahu bahwa itu hanya sementara? Bagaimanakah Matius 27:4, dilengkapi dengan kutipan dari Alfa dan Omega, jilid 6 di atas, membantu untuk menjawab sanggahan itu?
Sekolah Sabat 12 "16 Maret - 22 Maret"
Written By Unknown on Kamis, 21 Maret 2013 | 07.17
Penciptaan dan Injil
BACA UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Kej. 3:21; Mzm. 104:29, 30; Yoh. 1:4; Rm. 5:6-11; Gal. 3:13; Mat. 27:46.
AYAT HAFALAN: "Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus" (1 Korintus 15:22).
Dalam kisah Alkitab, Adam dan Hawa diciptakan menurut gambar Allah, tanpa cacat moral. Tapi mereka memang memiliki kebebasan berkendak, suatu prasyarat bagi mereka untuk mampu mencintai. Ketika Adam dan Hawa memberontak terhadap Allah, mereka jatuh di bawah kekuasaan Setan (lihat Ibr. 2:14), suatu tindakan yang juga membawa seluruh dunia di bawah kekuasaan musuh. Namun, Yesus datang untuk menghancurkan seluruh pekerjaan (1 Yoh. 3:8) dan membebaskan kita dari kekuasaannya. Dia melakukan ini dengan mati menggantikan kita dan menawarkan kehidupan kepada kita. Di salib, Yesus menjadi dosa karena kita (2 Kor. 5:21). Dan mengalami perpisahan dari Bapa-Nya yang disebabkan oleh dosa. Oleh kematian-Nya, Yesus memulihkan hubungan antara Allah dan manusia yang telah rusak oleh dosa Adam dan Hawa.
Semuanya ini secara logis terkait dengan kisah penciptaan. Penciptaan di gambarkan lagi sebagai kuasa Allah Pencipta yang dipakai untuk menciptakan hati yang baru pada anak-anak-Nya (2 Kor. 5:17), memperbarui gambar Allah dalam diri kita dan memulihkan hubungan kita dengan-Nya.
*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan hari Sabat, 23 Maret.
Minggu 17 Maret
KASIH KARUNIA DALAM TAMAN
Seperti yang kita semua ketahui dengan baik, manusia pertama, makhluk sempurna yang diciptakan dalam "gambar Allah," jatuh ke dalam dosa, yang membawa kematian. Mereka telah diperingatkan, dan mereka mengerti apa yang telah diberitahukan kepada mereka. Hawa bahkan mengucapkan kembali kepada ular apa yang telah Allah katakan. Namun, mereka tetap berdosa juga. Kadang-kadang kita, seperti Hawa, dituntun ke dalam dosa oleh tipu daya, sedangkan di lain waktu, kita seperti Adam, berbuat dosa dengan sengaja. Yang mana pun itu, kita adalah orang berdosa, bersalah karena melanggar hukum Allah itu.
Baca Kejadian 3:9-15. Apakah tanggapan Allah terhadap dosa Adam dan Hawa?
Kejadian 3:9-15
3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." 3:11. Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" 3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." 3:14. Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Allah mengadakan pengadilan, bahkan suatu "penghakiman pemeriksaan." Tujuan dari pengadilan ini bukan supaya Allah dapat mempelajari fakta-fakta. Dia sudah tahu fakta-fakta tersebut. Sebaliknya, tujuannya adalah memberikan kepada pasangan itu suatu kesempatan untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka, langkah pertama menuju pertobatan dan pemulihan. Allah bertanya kepada mereka apa yang tejadi, dan mereka mengaku, meski enggan. Meskipun mereka bersalah dan meskipun dosa mereka membawa konsekuensi langsung---janji Injil pertama diberikan (lihat pelajaran 6) kepada mereka di Eden.
Baca Kejadian 3:21. Apakah tindakan kasih karunia selanjutnya yang dinyatakan?
Kejadian 3:21
3:21. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
Kematian datang dengan cara yang tak terduga. Gantinya kematian Adam dan Hawa yang segera, satu atau lebih hewan mati. Bayangkan perasaan Adam ketika hewan itu mati, mungkin untuk menggantikan dia sebagai korban. Inilah pertama kalinya Adam melihat kematian, dan itu pasti membawa kepedihan mental yang sangat besar kepadanya. Kemudian hewan itu dikuliti, dan jubah dibuat dari kulit itu. Kulit itu ditempatkan di atas tubuh Adam untuk menutupi ketelanjangannya. Setiap kali ia melihat jubah itu, atau merasakannya, ia pasti teringat apa yang telah dilakukannya dan apa yang telah hilang dari padanya. Yang lebih penting, ini merupakan pengingat akan kasih karunia Allah.
Tidak diragukan lagi kita semua harus sangat menghargai kasih karunia Allah kepada kita. Apakah cara yang lebih baik untuk mengungkapkan penghargaan daripada menunjukkan kasih karunia kepada orang lain. Kepada siapakah, betapa pun tidak layaknya orang itu, Anda bisa menunjukkan beberapa kasih karunia sekarang ini?
Senin 18 Maret
DOSA DAN KEMATIAN
Dalam Kejadian 3:19, kepada Adam diberitahukan bahwa, pada saat kematian, ia akan kembali kepada debu dari mana ia dijadikan. Hal yang sama terjadi pada kita. Perhatikan---kita tidak kembali kepada kera, karena kita tidak dibuat dari kera. Kita diciptakan dari debu, dan kepada debu itulah kita kembali, pada saat kematian.
Baca Kejadian 2:7; Mazmur 104:29, 30; Yohanes 1:4; Kisah 17:24, 25. Apakah makna utama dari ayat-ayat ini bagi kita? Bagaimanakah seharusnya kebenaran ini mempengaruhi cara hidup kita?
Kejadian 2:7;
2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Mazmur 104:29, 30;
104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. 104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
Yohanes 1:4;
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Kisah 17:24, 25 17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, 17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
Hidup adalah sebuah fenomena yang ajaib. Kita semua akrab dengan kehidupan, namun masih ada sesuatu yang misterius tentang hal itu. Kita bisa membongkar sebuah organisme hidup, namun pada akhirnya kita tidak menemukan apa pun di sana kecuali berbagai jenis atom dan molekul. Kita dapat mengumpulkan molekul-molekul dalam sebuah wadah dan memanaskannya atau melewatkan sebuah percikan listrik melalui wadah itu atau mencoba sejumlah percobaan lain, tapi kita tidak dapat memperoleh kehidupan lagi. Tidak ada wujud yang disebut "kehidupan" di dalam tubuh yang hidup atau sebuah sel hidup. Kehidupan adalah kepunyaan dari keseluruhan sistem hidup, bukan merupakan wujud yang dapat dipisahkan dari sel.
Di sisi lain kita tahu banyak tentang bagaimana mengakibatkan kematian. Kita telah menemukan banyak cara untuk membunuh makhluk hidup. Beberapa metode ini mengungkapkan secara detail kekerasan dan kekejaman hati kita yang berdosa. Kematian dapat kita hasilkan, tetapi penciptaan kehidupan berada di luar jangkauan kita. Tuhan saja yang memiliki kemampuan untuk menciptakan organisme hidup. Para ilmuwan telah mencoba untuk menciptakan kehidupan, mereka berpikir bahwa jika mereka dapat melakukannya maka mereka tidak lagi perlu percaya kepada Tuhan. Sejauh ini, semua upaya tersebut telah gagal.
Baca Yesaya 59:2. Bagaimanakah dosa mempengaruhi hubungan kita dengan Sang Pemberi Hidup?
Yesaya 59:2
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Jika kehidupan hanya datang dari Tuhan, maka perpisahan dari Allah memutuskan kita dari sumber kehidupan. Hasil tak terelakkan dari perpisahan dengan Allah adalah kematian. Bahkan jika seseorang hidup 969 tahun, seperti Metusalah, kisahnya akan tetap berakhir dengan "dan dia mati." Dosa, pada dasarnya, menyebabkan perpisahan dari kehidupan, dan hasilnya adalah kematian.
Selasa, 19 Maret
KETIKA KITA MASIH BERDOSA...
Di seluruh Alkitab kita menemukan bahwa respons Allah terhadap dosa manusia adalah penebusan dengan sifat dan termotivasi oleh kasih yang tulus, dan tidak mementingkan diri. Dia bisa saja dibenarkan sepenuhnya di dalam menyerahkan Adam dan Hawa kepada kuasa Setan yang menghancurkan; lagi pula, bukankah mereka telah menentukan pilihan mereka. Tetapi Allah tahu bahwa Adam dan Hawa tidak memahami arti sepenuhnya dari apa yang mereka lakukan, dan Dia bertekad untuk memberikan mereka kesempatan menjadi lebih mengetahui dan untuk dapat memilih lagi.
Baca Roma 5:6-11. Bagaimanakah ayat-ayat ini membantu kita untuk memahami apa kasih karunia Allah itu sebenarnya?
Roma 5:6-11
5:6. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.
5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
5:11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Ketika orang lain bersalah pada kita, kita ingin mendapatkan permintaan maaf sebelum kita menerima si pelaku kembali kepada hubungan yang baik dengan kita. Tentu saja, permintaan maaf itu pantas dalam keadaan seperti itu. Penyembuhan sepenuhnya terhadap sebuah hubungan yang rusak itu mencakup ekspresi kesedihan dan bertanggung jawab untuk kelakuan buruk tersebut. Tapi Tuhan tidak menunggu kita untuk meminta pengampunan, Dia mengambil inisiatif. Ketika kita masih berdosa, Ia menyerahkan diri-Nya untuk mati bagi kita. Ini adalah demonstrasi kasih Ilahi yang indah.
Bagaimanakah perilaku kita dibandingkan dengan perilaku Allah? Betapa seringkah kita tersinggung dan marah dan berusaha membalas dendam bukannya melakukan pemulihan? Kita harus selamanya bersyukur bahwa Allah tidak memperlakukan kita dengan cara itu.
Perlakukan Allah terhadap orang berdosa menunjukkan arti sebenarnya dari kasih. Itu bukan perasaan belaka tetapi perilaku yang berprinsip di mana setiap upaya dilakukan untuk mendamaikan pelaku dengan si korban dan memulihkan hubungan. Perlakukan Allah terhadap Adam dan Hawa adalah sebuah gambaran tentang bagaimana Dia berhubungan dengan dosa kita.
"Adegan Kalvari membutuhkan perasaan terdalam. Terhadap hal ini Anda dapat dimaafkan jika Anda menunjukkan antusiasme. Bahwa Kristus, yang demikian baik, demikian polos, harus menderita kematian yang menyakitkan seperti itu, menanggung beban dosa-dosa dunia, pikiran dan imajinasi kita tidak pernah bisa mengerti sepenuhnya. Panjang, lebar, tinggi, dan dalamnya, kasih luar biasa seperti itu tidak dapat kita pahami"---Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 2, hlm. 213. Mungkin kita tidak bisa memahami kasih ini, tapi mengapa begitu penting bagi kita untuk mencobanya?
Rabu, 20 Maret
PENGGANTI PENANGGUNG DOSA
"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'" (Gal. 3:13). Tetaplah pada implikasi menakjubkan dari ayat ini, tetaplah ingat akan Keilahian Kristus. Apakah yang diberitahukan oleh hal ini kepada kita tentang apa yang Tuhan ingin lakukan untuk menyelamatkan kita? Lebih daripada itu, apakah yang dinyatakan oleh hal ini kepada kita tentang betapa tragis bagi siapa pun yang tidak menerima ketentuan yang dibuat Kristus demi kita?
Dengan menanggungkan kesalahan karena dosa-dosa kita ke atas diri-Nya dan mati terpisah dari Allah, Yesus menggenapi janji yan gdibuat di Taman Eden bahwa Benih perempuan itu akan meremukkan kepala ular. Pengorbanan-Nya memungkinkan terjadinya rekonsiliasi Allah dan keluarga manusia dan pada akhirnya akan mengakibatkan tersingkirnya kejahatan dari alam semesta (Ibr. 2:14; Why. 20:14).
Sambil mengingat Galatia 3:13, baca Matius 27:46. Apakah yang diungkapkan oleh kata-kata Yesus tentang yang Dia alami di kayu salib?
Galatia 3:13
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Matius 27:46
27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Di salib, Kristus menerima kutukan dosa demi kita. Ini adalah perubahan dalam status-Nya dengan Bapa. Anak domba korban, ketika dibawa ke mezbah, menjadi pengganti bagi kematian orang berdosa. Demikian pula, pada saat Kristus pergi ke kayu salib, status-Nya di hadapan Bapa berubah. Terpisah dari hadapan Bapa, Ia merasakan kutukan yang disebabkan oleh dosa kita. Dengan kata lain, Yesus yang adalah Satu dengan Bapa sejak kekekalan, mengalami pemisahan dari Bapa, dalam apa yang Ellen White sebut "terpisah dari kuasa Ilahi."---Ellen G. White, Manuscript 93, 1899. Betapapun sulitnya untuk memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi, kita dapat menyadari bahwa harga yang luar biasa telah dibayar untuk menebus kita.
Kamis, 21 Maret
SUATU CIPTAAN BARU
Kabar Injil yang termasyhur berpusat pada sekitar kematian Yesus sebagai pengganti kita. Dia mengambil dosa kita ke atas diri-Nya, menanggung dalam diri-Nya sendiri hukuman yang selayaknya kita tanggung. Sebagaimana yang juga telah kita lihat, keseluruhan ide tentang Kristus sebagai pengganti kita, mati untuk dosa dunia, terkait erat dengan kisah penciptaan. Kristus datang untuk menghancurkan kematian, yang merupakan penyusup asing dalam ciptaan Allah. Jika teori evolusi adalah cara yang Allah pilih untuk menciptakan manusia, maka itu berarti bahwa kematian, bukanlah suatu kelainan dan musuh, malahan itu akan menjadi bagian dari rencana awal Allah bagi umat manusia. Tentunya kematian akan memainkan peran penting dalam cara di mana Allah menciptakan kita. Maka tidak heran, bahwa orang Kristen harus menolak evolusi teistik sebagai cara yang dapat dilakukan untuk memahami kisah penciptaan.
Kisah penciptaan di kitab Kejadian, betapapun pentingnya dalam membantu kita untuk memahami kematian Kristus demi kepentingan kita, juga membantu kita untuk memahami aspek lain dri rencana keselamatan, yaitu pekerjaan penciptaan Allah dalam kita, saat kita mengambil bagian dalam kekudusan-Nya sekarang.
Baca Mazmur 51:10; Yehezkiel 36:26, 27; Kolose 3:10; dan 2 Korintus 5:17. Apakah janji-janji yang diberikan kepada kita di sini yang terkait dengan konsep Allah sebagai Pencipta, sebagaimana terungkap dalam Kejadian 1 dan 2?
Mazmur 51:10;
51:10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Yehezkiel 36:26, 27;
36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Kolose 3:10;
3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
2 Korintus 5:17
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Hati baru adalah suatu ciptaan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah. Kita tidak bisa melakukannya sendiri tetapi harus bergantung pada Pencipta yang sama yang membentuk dunia dan menciptakan leluhur kita yang pertam. Raja Daud mengetahui kebutuhannya dan meminta Tuhan untuk memecahkan masalah itu dengan tindakan penciptaan.
Memang, orang yang berada di "dalam Kristus" adalah ciptaan baru. Cara pikir yang lama harus disingkirkan dan diganti dengan pikiran yang baru diciptakan. Pikiran baru kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, sesuai dengan kehendak Tuhan. Penciptaan jenis ini adalah proses supra alami, terjadi melalui kuasa Roh Kudus. Kuasa penciptaan Allah, seperti yang ditunjukkan dalam penciptaan mula-mula, memberi kita keyakinan bahwa kuasa penciptaan Allah mampu mengubah hidup kita dan membawa kita kembali ke dalam hubungan dengan-Nya.
Bagaimanakah Anda mengalami apa artinya menjadi ciptaan baru dalam Kristus? Apakah artinya ini, dalam pengertian praktis setiap hari? Apakah yang berubah dalam kehidupan seseorang yang telah memiliki pengalaman ini?
Jumat 22 Maret
PENDALAMAN: "Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya.' [Ulangan 29:29]. Bagaimana Allah menyelesaikan pekerjaan penciptaan tidak pernah dinyatakannya kepada manusia, ilmu pengetahuan manusia tidak akan mampu mengungkapkan rahasia-rahasia Yang Mahatinggi. Kuasa-Nya untuk mencipta tak terpahami sama seperti adanya Dia."---Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 123.
"Dalam keadaan gelap hadirat Allah disembunyikan. Ia menjadikan kegelapan itu kemah-Nya, dan menyembunyikan kemuliaan-Nya dari mata manusia. Allah dan malaikat-malaikat-Nya yang suci berada di sisi salib itu. Bapa bersama-sama dengan Anak-Nya. Meskipun demikian hadirat-Nya tidak dinyatakan. Seandainya kemuliaan-Nya memancar dari awan, maka setiap manusia yang memandangnya akan dibinasakan. Dan pada saat yang menakutkan itu Kristus tidak perlu dihiburkan dengan hadirat Bapa. Ia sudah mengirik apitan air anggur sendirian, dan dari segala bangsa itu seorang pun tiada serta-Nya."--- Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 405.
PERTANYAAN DIDISKUSIKAN:
1. Bagaimanakah Injil berhubugan dengan kisah penciptaan? Apakah aspek-aspek tertentu dari Kejadian 1-3 yang menjadi dasar Injil? Bagaimanakah kisah Yesus berdasarkan kebenaran sejarah dalam Kejadian? Bagaimanakah orang akan menceritakan kisah tentang Yesus jika tidak ada Adam dan Hawa?
2. Alkitab menyatakan bahwa penciptaan terjadi oleh proses supra alami yang tidak dapat diselidiki oleh ilmu pengetahuan tetapi yang bisa dipelajari hanya melalui wahyu khusus. Karena itu, ketegangan antara Alkitab dan ilmu pengetahuan, tidaklah mengherankan. Lalu mengapa merupakan suatu kesalahan untuk mengharapkan ilmu pengetahuan dapat menjelaskan semua pekerjaan penciptaan Allah?
3. Apakah hubungan antara Injil, penciptaan, dan penghakiman seperti yang ditunjukkan dalam Wahyu 14:6, 7?
4. Kritik terhadap Kekristenan sering berpendapat bahwa Yesus tahu sebelumnya, meskipun Dia akan mati, Ia akan dibangkitkan untuk hidup. Dengan demikian, mereka bertanya, apakah masalahnya dengan kematian-Nya kalau Dia tahu bahwa itu hanya sementara? Bagaimanakah Matius 27:4, dilengkapi dengan kutipan dari Alfa dan Omega, jilid 6 di atas, membantu untuk menjawab sanggahan itu?
Label:
Sekolah Sabat
23.23
BACA UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Kej. 2:18-25; Mrk. 10:7-9; Ef. 5:22-25; Mat. 5:27-30; 2 Kor. 3:18.
AYAT HAFALAN: "TUHAN Allah berfirman: 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia'" (Kejadian 2:18).
Pikirkanlah berkat-berkat pernikahan bahagia dan rumah tangga yang penuh kasih. Betapa beruntungnya mereka yang memiliki pengalaman seperti itu! Sayangnya, bagi begitu banyak orang, pernikahan telah menjadi pengalaman yang paling sering penuh rasa sakit dan kemarahan bukannya sukacita dan perdamaian. Bukan demikian maksud dan tujuan pernikahan. Keadaan yang menyedihkan dari begitu banyak pernikahan adalah ekspresi kuat dari kemerosotan yang telah disebabkan oleh dosa kepada umat manusia.
"Tuhan melangsungkan pernikahan yang pertam. Dengan demikian lembaga pernikahan itu berasal dari Khalik alam semesta. 'Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan' (Ibr. 13:4); itu adalah salah satu pemberian Tuhan yang pertama kepada manusia, dan itu adalah salah satu dari dua lembaga yang sesudah kejatuhan dalam dosa, dibawa oleh Adam keluar pintu gerbang Firdaus. Bilamana prinsip-prinsip Ilahi ditaati dan diperhatikan dalam hubungan ini, maka pernikahan adalah suatu berkat; itu akan menjaga kesucian dan kebahagiaan manusia, itu akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial manusia, itu akan meninggikan keadaan jasmani, pikiran serta moral."----Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 38.
Betapa suatu cita-cita yang indah. Pelajaran pekan ini melihat pada beberapa prinsip di belakangnya.
* Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan hari Sabat, 2 Maret.
MINGGU 24 FEBRUARI
LO TOV (TIDAK BAIK)
Dari sejak permulaan Allah menciptakan dunia kita melalui kuasa adikodrati dari Firman-Nya. Sepanjang cerita penciptaan, semuanya "baik" sampai pekerjaan itu selesai, pada saat mana semua yang Tuhan telah ciptakan disebut "sungguh amat baik" (Kej. 1:31).
Namun di tengah semua ini, ada satu hal yang lo tov, "tidak baik." Baca Kejadian 2:18. Apakah yang "tidak baik," dan mengapa? Apa sajakah implikasi dari ayat ini?
Tuhan telah menyatakan semua aspek penciptaan itu "baik" sampai pada Dia menciptakan Adam. Pada waktu itu, Adam adalah satu-satunya manusia. Meskipun ia diciptakan menurut gambar Allah, dalam kesendiriannya, ia tidak bisa mencerminkan citra penuh dari Allah, yang ada dalam hubungan dengan pihak lain dalam Ketuhanan. Ketuhanan, tentu saja, terdiri dari Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Dengan demikian, Adam membutuhkan seseorang seperti dirinya dengan siapa ia bisa membentuk suatu hubungan yang saling mengasihi dan bekerja sama, yang mencerminkan hubugan kasih yang dicontohkan dalam diri Allah.
Baca Kejadian 2:19-21. Setelah tindakan apakah kemudian Allah membuat Adam tertidur dan kemudian, dari dagingnya, Allah menciptakan seorang istri? Bagaimanakah tindakan sebelumnya dapat dihubungkan dengan Allah menciptakan seorang istri bagi Adam?
Mungkin kuncinya di sini ditemukan di frasa terakhir dari ayat 20. Saat ia menamai binatang-binatang, Adam tentunya menyadari bahwa mereka datang berpasangan, jantan dan betina, tidak seperti dirinya, yang adalah ciptaan tunggal. Kita dapat yakin bahwa Tuhan bermaksud untuk Adam memiliki seorang istri. Mungkin Tuhan bermaksud untuk menciptakan suatu kerinduan pada Adam, perasaan bahwa ada sesuatu yang hilang dalam keberadaannya sendiri, yang akan membuatnya jauh lebih menghargai karunia yang Tuhan akan berikan kepadanya yaitu seorang istri.
Perhatikan perbedaan antara "baik" pada ciptaan lainnya, dan ungkapan "tidak baik" dalam hal kesendirian Adam. Apakah ini menunjukkan tentang nilai hubungan? Apakah yang dapat Anda lakukan untuk membantu memperkuat hubungan berharga apa pun di mana Anda terikat di dalamnya sekarang?
SENIN 25 FEBRUARI
SEORANG PENDAMPING BAGI ADAM
Kejadian 2:20, menceritakan tentang Adam memberi nama hewan-hewan, membantu untuk mengungkapkan kesenjangan yang besar antara manusia dan makhluk duniawi lainnya. Tidak ada hewan yang sebanding dengan Adam. Bahkan di antara kera tidak ada mahkluk seperti Adam, karena Adam tidak seperti kera. Ini adalah pokok penting untuk kita ingat karena begitu banyak dalam masyarakat kita yang mengemukakan ide bahwa manusia tidak lebih daripada kera yang sudah maju. Kita bukan kera, kera tidaklah cocok sebagai pendamping bagi Adam seperti juga bagi salah satu dari kita.
Manfaat meninggalkan orangtua dalam rangka menciptakan sebuah rumah tangga dengan pasangannya sudah sangat dikenal sehingga hampir tidak perlu disebutkan. Masalah dengan mertua adalah salah satu penyebab utama perselisihan rumah tangga. Salah satu langkah pertama yang perlu diambil ketika membangun rumah tangga yang bahagia adalah menghormati kemerdekaan pasangan pernikahan dengan mendirikan rumah yang terpisah dari orangtua mereka ketika keadaan memungkinkan. Dalam kasus ketika hal itu tidak mungkin, maka privasi/rahasia dan keintiman pernikahan tetap harus dihormati.
Kesatuan adalah ciri lain dari suatu pernikahan yang baik. Kesatuan tidak berarti bahwa kedua pasangan harus memasrahkan penggunaan otak mereka yang terpisah, tetapi mereka harus bersatu dalam tujuan mereka untuk melakukan yang terbaik untuk satu sama lain dan untuk kesatuan mereka.
Yesus juga menekankan sifat kekekalan pernikahan. Pernikahan bukanlah hubungan biasa yang dibentuk atau dibubarkan sesuai kemauan. Ini adalah komitmen seumur hidup. Mereka yang tidak siap untuk berkomitmen seumur hidup harus menunda langkah tersebut sampai mereka siap.
Baca Efesus 5:22-25. Dalam hal apakah ayat-ayat ini mengungkapkan prinsip-prinsip pernikahan yang baik?
___________________________________________________________________________________
Adakah hak istimewa suami untuk menyerahkan dirinya kepada istrinya dalam pelayanan yang penuh kasih, sebagaimana Kristus menyerahkan diri-Nya untuk jemaat. Pada gilirannya, istri harus menghormati suami dan bekerja sama dalam pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan bersama. Inilah solusi untuk perselisihan yang telah dibawa oleh dosa ke dalam hubungan pernikahan. Kasih yang real berkorban dibalas dengan penghormatan kasih dan kebahagiaan bersama. Rumah tangga kita bisa menjadi pendahuluan surga.
RABU 27 FEBRUARI
MELINDUNGI APA YANG BERHARGA
Salah satu contoh terbesar dari Kasih Allah bagi umat manusia dapat ditemukan dalam seksualitas manusia. Ini benar-benar merupakan karunia yang indah dari Tuhan. Namun, sebagaimana dengan semua karunia yang telah diberikan kepada kita, itu tida datang tanpa syarat. Artinya, itu bukan sesuatu yang kita bisa lakukan dengan sekehendak hati kita. Allah telah menetapkan beberapa aturan. Memang, Dia sangat jelas menyatakan, bahwa aktivitas seksual hanya terjadi antara suami dan istri, pria dan wanita, dan hanya dalam konteks pernikahan. Apa pun di luar itu adalah dosa.
Baca Matius 5:27-30. Lihatlah betapa seriusnya Yesus memandang masalah yang sedang Dia tangani di sini. Pada akhirnya, apakah yang dipertaruhkan?
__________________________________________________________________________________
Betapa hebat pun kita ingin fokus (dan memang demikian) pada semua kasih karunia dan pengampunan yang Yesus limpahkan kepada orang berdosa, kita tidak bisa melupakan standar moralitas yang tinggi yang Dia hidupkan dan khotbahkan. Sulit membayangkan bagaimana Yesus dapat memberikan amaran yang lebih kuat terhadap percabulan lebih daripada yang terungkap dalam rankaian ayat ini. Mencungkil mata Anda? Memotong tangan Anda? Jika ini yang diperlukan untuk menjadi suci, maka hal itu pantas; jika tidak, Anda berada dalam bahaya kehilangan hidup kekal Anda.
"Jika semua yang mengaku taat kepada hukum Allah bebas dari kesalahan, maka jiwaku akan terbebas, tetapi tidak demikian. Bahkan beberapa orang yang mengaku memelihara semua perintah-perintah Allah pun bersalah karena dosa perzinaan. Apakah yang bisa saya katakan untuk membangkitkan perasaan mereka yang telah kebal? Prinsip moral, bila benar-benar dilakukan, menjadi satu-satunya pelindung jiwa."----Ellen G. White, Counsel on Health, hlm. 621, 622.
Betapapun kerasnya peringatan Yesus di sini, kita tidak boleh lupa akan cerita tentang wanita yang tertangkap basah sedang berzina (Yoh. 8:1-11). Bagaimanakah kita menyeimbangkan antara penegakan standar yang Yesus bicarakan dalam ayat di atas, sementara pada saat yang sama menunjukkan rahmat dan kasih sayang kepada mereka yang jatuh, sebagaimana terungkap dalam cerita ini?
KAMIS 28 FEBRUARI
PERNIKAHAN SEBAGAI METAFORA GEREJA
Sudah sangat dikenal di kalangan pelajar Alkitab bahwa baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru pernikahan digunakan sebagai simbol hubungan antara Allah dan umat perjanjian-Nya. Itu sebabnya, misalnya, pada berbagai kesempatan Alkitab menggunakan gambaran seorang perempuan yang tidak setia untuk melambangkan kemurtadan yang terjadi di Israel kuno. Sebagai contoh, kembali kepada Keluaran, Tuhan berkata kepada umat-Nya bahwa mereka seharusnya tidak menjalin hubungan dekat dengan orang-orang kafir di sekitar mereka karena orang-orang kafir adalah orang yang sangat jahat yang bisa menyesatkan bangsa Israel.
Baca Keluaran 34:15, 16. Apakah gambaran yang digunakan Tuhan dalam amaran khusus ini? Bagaimanakah hal ini dapat dipahami dalam konteks umat Allah sebagai orang yang "dinikahkan" dengan Dia? Lihat Yer. 3:14.
__________________________________________________________________________________
Pada saat yang sama, citra gereja sebagai mempelai Kristus menunjuk kepada persatuan antara sesama orang percaya dan dengan Kristus, terutama ketika dipahami dalam konteks cita-cita Alkitab untuk pernikahan; seorang pria dan seorang wanita dalam hubungan yang penuh kasih dan pengorbanan diri.
Baca Efesus 5:28-32 dan Wahyu 19:5-9. Apakah yang diajarkan oleh ayat ini?
_________________________________________________________________________________
PENDALAMAN: Dalam banyak hal, pemahaman yang tepat tentang moralitas, terutama moralitas seksual, jelas terkait dengan pemahaman yang tepat tentang asal-usul kita. Sebagai contoh: Filsafat evolusi tidak memberikan dasar yang objektif untuk adanya hubungan antara aktivitas seksual dan moralitas. Hewan memiliki berbagai jenis "sistem kawin." Beberapa spesies poligami, banyak yang sembarangan saja, hanya sedikit yang monogami, namun studi genetik telah mengungkapkan bahwa banyak spesies yang tampaknya monogami sebenarnya tidak begitu. Pada banyak spesies, seekor betina dapat melahirkan sekelompok anak yang tidak semua berayahkan individu yang sama. Tanpa standar moralitas objektif yang diberikan oleh Sang Pencipta, kita tidak akan memiliki dasar untuk mengevaluasi perilaku seksual apakah baik atau buruk secara moral. Dorongan saat ini untuk menyetujui pasangan homoseksual menggambarkan hal ini. Hanya dalam terang penciptaanlah pernikahan itu dapat dipahami dengan benar.
"Baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, hubungan pernikahan digunakan untuk mengibaratkan persatuan yang manis serta suci yang ada antara Kristus dan umat-Nya. Bagi pikiran Yesus kegembiraan dalam keramaian pernikahan menunjuk jauh kepada kegembiraan hari itu apabila kelak Ia membawa mempelai perempuan-Nya ke rumah Bapa-Nya, maka yang ditebus itu bersama-sama dengan Penebus-Nya duduk dalam perjamuan nikah Anak Domba itu."----Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 150.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:
Sekolah Sabat 9 "23 Febr. - 1 Mar. 2013
Written By Unknown on Sabtu, 23 Februari 2013 | 23.23
BACA UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Kej. 2:18-25; Mrk. 10:7-9; Ef. 5:22-25; Mat. 5:27-30; 2 Kor. 3:18.
AYAT HAFALAN: "TUHAN Allah berfirman: 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia'" (Kejadian 2:18).
Pikirkanlah berkat-berkat pernikahan bahagia dan rumah tangga yang penuh kasih. Betapa beruntungnya mereka yang memiliki pengalaman seperti itu! Sayangnya, bagi begitu banyak orang, pernikahan telah menjadi pengalaman yang paling sering penuh rasa sakit dan kemarahan bukannya sukacita dan perdamaian. Bukan demikian maksud dan tujuan pernikahan. Keadaan yang menyedihkan dari begitu banyak pernikahan adalah ekspresi kuat dari kemerosotan yang telah disebabkan oleh dosa kepada umat manusia.
"Tuhan melangsungkan pernikahan yang pertam. Dengan demikian lembaga pernikahan itu berasal dari Khalik alam semesta. 'Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan' (Ibr. 13:4); itu adalah salah satu pemberian Tuhan yang pertama kepada manusia, dan itu adalah salah satu dari dua lembaga yang sesudah kejatuhan dalam dosa, dibawa oleh Adam keluar pintu gerbang Firdaus. Bilamana prinsip-prinsip Ilahi ditaati dan diperhatikan dalam hubungan ini, maka pernikahan adalah suatu berkat; itu akan menjaga kesucian dan kebahagiaan manusia, itu akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial manusia, itu akan meninggikan keadaan jasmani, pikiran serta moral."----Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 38.
Betapa suatu cita-cita yang indah. Pelajaran pekan ini melihat pada beberapa prinsip di belakangnya.
* Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan hari Sabat, 2 Maret.
MINGGU 24 FEBRUARI
LO TOV (TIDAK BAIK)
Dari sejak permulaan Allah menciptakan dunia kita melalui kuasa adikodrati dari Firman-Nya. Sepanjang cerita penciptaan, semuanya "baik" sampai pekerjaan itu selesai, pada saat mana semua yang Tuhan telah ciptakan disebut "sungguh amat baik" (Kej. 1:31).
Namun di tengah semua ini, ada satu hal yang lo tov, "tidak baik." Baca Kejadian 2:18. Apakah yang "tidak baik," dan mengapa? Apa sajakah implikasi dari ayat ini?
Tuhan telah menyatakan semua aspek penciptaan itu "baik" sampai pada Dia menciptakan Adam. Pada waktu itu, Adam adalah satu-satunya manusia. Meskipun ia diciptakan menurut gambar Allah, dalam kesendiriannya, ia tidak bisa mencerminkan citra penuh dari Allah, yang ada dalam hubungan dengan pihak lain dalam Ketuhanan. Ketuhanan, tentu saja, terdiri dari Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Dengan demikian, Adam membutuhkan seseorang seperti dirinya dengan siapa ia bisa membentuk suatu hubungan yang saling mengasihi dan bekerja sama, yang mencerminkan hubugan kasih yang dicontohkan dalam diri Allah.
Baca Kejadian 2:19-21. Setelah tindakan apakah kemudian Allah membuat Adam tertidur dan kemudian, dari dagingnya, Allah menciptakan seorang istri? Bagaimanakah tindakan sebelumnya dapat dihubungkan dengan Allah menciptakan seorang istri bagi Adam?
Mungkin kuncinya di sini ditemukan di frasa terakhir dari ayat 20. Saat ia menamai binatang-binatang, Adam tentunya menyadari bahwa mereka datang berpasangan, jantan dan betina, tidak seperti dirinya, yang adalah ciptaan tunggal. Kita dapat yakin bahwa Tuhan bermaksud untuk Adam memiliki seorang istri. Mungkin Tuhan bermaksud untuk menciptakan suatu kerinduan pada Adam, perasaan bahwa ada sesuatu yang hilang dalam keberadaannya sendiri, yang akan membuatnya jauh lebih menghargai karunia yang Tuhan akan berikan kepadanya yaitu seorang istri.
Perhatikan perbedaan antara "baik" pada ciptaan lainnya, dan ungkapan "tidak baik" dalam hal kesendirian Adam. Apakah ini menunjukkan tentang nilai hubungan? Apakah yang dapat Anda lakukan untuk membantu memperkuat hubungan berharga apa pun di mana Anda terikat di dalamnya sekarang?
SENIN 25 FEBRUARI
SEORANG PENDAMPING BAGI ADAM
Kejadian 2:20, menceritakan tentang Adam memberi nama hewan-hewan, membantu untuk mengungkapkan kesenjangan yang besar antara manusia dan makhluk duniawi lainnya. Tidak ada hewan yang sebanding dengan Adam. Bahkan di antara kera tidak ada mahkluk seperti Adam, karena Adam tidak seperti kera. Ini adalah pokok penting untuk kita ingat karena begitu banyak dalam masyarakat kita yang mengemukakan ide bahwa manusia tidak lebih daripada kera yang sudah maju. Kita bukan kera, kera tidaklah cocok sebagai pendamping bagi Adam seperti juga bagi salah satu dari kita.
Baca Kejadian 2:21, 22. Makna apakah yang ditemukan dalam metode yang digunakan Allah untuk menciptakan pendamping bagi Adam?
Sebagaimana Allah secara pribadi membentuk tubuh Adam dari debu tanah, demikian pula Dia secara pribadi membentuk tubuh Hawa, menggunakan salah satu rusuk Adam sebagai titik awal. Sebuah tulang rusuk bukanlah seluruh tubuh, dengan demikian, Allah menggunakan bahan tambahan untuk melengkapi tubuh Hawa. Mungkin Dia membuat tubuh Hawa dari debu juga, seperti halnya Dia membuat tubuh Adam. Allah tidak membutuhkan tulang rusuk Adam untuk menciptakan Hawa, Dia bisa saja menciptakan Hawa seperti menciptakan Adam atau bahkan berfirman sehingga Hawa menjadi ada.
Tetapi Allah punya alasan untuk menggabungkan salah satu rusuk Adam ke dalam tubuh Hawa. Jika keduanya telah dibuat sepenuhnya terpisah, dapat menunjukkan bahwa secara alamiah mereka adalah individu yang benar-benar terpisah. Tapi pembagian daging pada keduanya menunjukkan bahwa keduanya ditakdirkan untuk bersatu dan dimaksudkan untuk menjadi "satu daging."
Setelah diciptakan, Hawa dibawa kepada Adam untuk menjadi penolongnya (ayat 18). Dia diciptakan dari Adam (ayat 22) dan diberikan kepada Adam (ayat 22). Proses di mana Allah menciptakan Hawa menunjukkan dengan jelas bahwa Allah dapat memberikan pendamping yang dibutuhkan Adam. Hal ini menjadi penting kemudian ketika Adam menghadapi godaan apakah akan bergabung dengan Hawa memakan buah atau mempercayai Tuhan untuk mengatasi keadaan. Adam memiliki cukup alasan untuk percaya bahwa Allah bisa menjaganya, dan ini membuat dosanya semakin pedih.
Baca Kejadian 2:23. Apakah respons Adam terhadap Hawa?
Adam begitu gembira ketika ia melihat Hawa sehingga ia bernyanyi dalam puisi. Ini adalah puisi pertama dalam Alkitab dan mencerminkan penghargaan Adam untuk istrinya dan kedekatan hubungan mereka. Dia menjadi padanannya, aspek lain dari penciptaan yang rusak oleh kejatuhan.
SELASA 26 FEBRUARI
PERNIKAHAN IDEAL
Penulis William Faulkner pernah menyebut pernikahan suatu "kegagalan" dan menulis bahwa "satu-satunya cara untuk mendapatkan kedamaian dari padanya adalah... menyimpan yang pertama [istri] dan menjauhkan diri dari dia sebisa mungkin, dengan harapan suatu hari dapat menyingkirkan dia." Sungguh suatu komentar menyedihkan tentang keadaan dari banyak pernikahan.
Baca Markus 10:7-9. Ayat apakah yang Yesus kutip pada bagian ini? Apakah ciri-ciri pernikahan yang baik dapat ditemukan dalam kata-kata Yesus di sini?
__________________________________________________________________________________
Sebagaimana Allah secara pribadi membentuk tubuh Adam dari debu tanah, demikian pula Dia secara pribadi membentuk tubuh Hawa, menggunakan salah satu rusuk Adam sebagai titik awal. Sebuah tulang rusuk bukanlah seluruh tubuh, dengan demikian, Allah menggunakan bahan tambahan untuk melengkapi tubuh Hawa. Mungkin Dia membuat tubuh Hawa dari debu juga, seperti halnya Dia membuat tubuh Adam. Allah tidak membutuhkan tulang rusuk Adam untuk menciptakan Hawa, Dia bisa saja menciptakan Hawa seperti menciptakan Adam atau bahkan berfirman sehingga Hawa menjadi ada.
Tetapi Allah punya alasan untuk menggabungkan salah satu rusuk Adam ke dalam tubuh Hawa. Jika keduanya telah dibuat sepenuhnya terpisah, dapat menunjukkan bahwa secara alamiah mereka adalah individu yang benar-benar terpisah. Tapi pembagian daging pada keduanya menunjukkan bahwa keduanya ditakdirkan untuk bersatu dan dimaksudkan untuk menjadi "satu daging."
Setelah diciptakan, Hawa dibawa kepada Adam untuk menjadi penolongnya (ayat 18). Dia diciptakan dari Adam (ayat 22) dan diberikan kepada Adam (ayat 22). Proses di mana Allah menciptakan Hawa menunjukkan dengan jelas bahwa Allah dapat memberikan pendamping yang dibutuhkan Adam. Hal ini menjadi penting kemudian ketika Adam menghadapi godaan apakah akan bergabung dengan Hawa memakan buah atau mempercayai Tuhan untuk mengatasi keadaan. Adam memiliki cukup alasan untuk percaya bahwa Allah bisa menjaganya, dan ini membuat dosanya semakin pedih.
Baca Kejadian 2:23. Apakah respons Adam terhadap Hawa?
Adam begitu gembira ketika ia melihat Hawa sehingga ia bernyanyi dalam puisi. Ini adalah puisi pertama dalam Alkitab dan mencerminkan penghargaan Adam untuk istrinya dan kedekatan hubungan mereka. Dia menjadi padanannya, aspek lain dari penciptaan yang rusak oleh kejatuhan.
SELASA 26 FEBRUARI
PERNIKAHAN IDEAL
Penulis William Faulkner pernah menyebut pernikahan suatu "kegagalan" dan menulis bahwa "satu-satunya cara untuk mendapatkan kedamaian dari padanya adalah... menyimpan yang pertama [istri] dan menjauhkan diri dari dia sebisa mungkin, dengan harapan suatu hari dapat menyingkirkan dia." Sungguh suatu komentar menyedihkan tentang keadaan dari banyak pernikahan.
Baca Markus 10:7-9. Ayat apakah yang Yesus kutip pada bagian ini? Apakah ciri-ciri pernikahan yang baik dapat ditemukan dalam kata-kata Yesus di sini?
__________________________________________________________________________________
Manfaat meninggalkan orangtua dalam rangka menciptakan sebuah rumah tangga dengan pasangannya sudah sangat dikenal sehingga hampir tidak perlu disebutkan. Masalah dengan mertua adalah salah satu penyebab utama perselisihan rumah tangga. Salah satu langkah pertama yang perlu diambil ketika membangun rumah tangga yang bahagia adalah menghormati kemerdekaan pasangan pernikahan dengan mendirikan rumah yang terpisah dari orangtua mereka ketika keadaan memungkinkan. Dalam kasus ketika hal itu tidak mungkin, maka privasi/rahasia dan keintiman pernikahan tetap harus dihormati.
Kesatuan adalah ciri lain dari suatu pernikahan yang baik. Kesatuan tidak berarti bahwa kedua pasangan harus memasrahkan penggunaan otak mereka yang terpisah, tetapi mereka harus bersatu dalam tujuan mereka untuk melakukan yang terbaik untuk satu sama lain dan untuk kesatuan mereka.
Yesus juga menekankan sifat kekekalan pernikahan. Pernikahan bukanlah hubungan biasa yang dibentuk atau dibubarkan sesuai kemauan. Ini adalah komitmen seumur hidup. Mereka yang tidak siap untuk berkomitmen seumur hidup harus menunda langkah tersebut sampai mereka siap.
Baca Efesus 5:22-25. Dalam hal apakah ayat-ayat ini mengungkapkan prinsip-prinsip pernikahan yang baik?
___________________________________________________________________________________
Adakah hak istimewa suami untuk menyerahkan dirinya kepada istrinya dalam pelayanan yang penuh kasih, sebagaimana Kristus menyerahkan diri-Nya untuk jemaat. Pada gilirannya, istri harus menghormati suami dan bekerja sama dalam pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan bersama. Inilah solusi untuk perselisihan yang telah dibawa oleh dosa ke dalam hubungan pernikahan. Kasih yang real berkorban dibalas dengan penghormatan kasih dan kebahagiaan bersama. Rumah tangga kita bisa menjadi pendahuluan surga.
RABU 27 FEBRUARI
MELINDUNGI APA YANG BERHARGA
Salah satu contoh terbesar dari Kasih Allah bagi umat manusia dapat ditemukan dalam seksualitas manusia. Ini benar-benar merupakan karunia yang indah dari Tuhan. Namun, sebagaimana dengan semua karunia yang telah diberikan kepada kita, itu tida datang tanpa syarat. Artinya, itu bukan sesuatu yang kita bisa lakukan dengan sekehendak hati kita. Allah telah menetapkan beberapa aturan. Memang, Dia sangat jelas menyatakan, bahwa aktivitas seksual hanya terjadi antara suami dan istri, pria dan wanita, dan hanya dalam konteks pernikahan. Apa pun di luar itu adalah dosa.
Baca Matius 5:27-30. Lihatlah betapa seriusnya Yesus memandang masalah yang sedang Dia tangani di sini. Pada akhirnya, apakah yang dipertaruhkan?
__________________________________________________________________________________
Betapa hebat pun kita ingin fokus (dan memang demikian) pada semua kasih karunia dan pengampunan yang Yesus limpahkan kepada orang berdosa, kita tidak bisa melupakan standar moralitas yang tinggi yang Dia hidupkan dan khotbahkan. Sulit membayangkan bagaimana Yesus dapat memberikan amaran yang lebih kuat terhadap percabulan lebih daripada yang terungkap dalam rankaian ayat ini. Mencungkil mata Anda? Memotong tangan Anda? Jika ini yang diperlukan untuk menjadi suci, maka hal itu pantas; jika tidak, Anda berada dalam bahaya kehilangan hidup kekal Anda.
"Jika semua yang mengaku taat kepada hukum Allah bebas dari kesalahan, maka jiwaku akan terbebas, tetapi tidak demikian. Bahkan beberapa orang yang mengaku memelihara semua perintah-perintah Allah pun bersalah karena dosa perzinaan. Apakah yang bisa saya katakan untuk membangkitkan perasaan mereka yang telah kebal? Prinsip moral, bila benar-benar dilakukan, menjadi satu-satunya pelindung jiwa."----Ellen G. White, Counsel on Health, hlm. 621, 622.
Betapapun kerasnya peringatan Yesus di sini, kita tidak boleh lupa akan cerita tentang wanita yang tertangkap basah sedang berzina (Yoh. 8:1-11). Bagaimanakah kita menyeimbangkan antara penegakan standar yang Yesus bicarakan dalam ayat di atas, sementara pada saat yang sama menunjukkan rahmat dan kasih sayang kepada mereka yang jatuh, sebagaimana terungkap dalam cerita ini?
KAMIS 28 FEBRUARI
PERNIKAHAN SEBAGAI METAFORA GEREJA
Sudah sangat dikenal di kalangan pelajar Alkitab bahwa baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru pernikahan digunakan sebagai simbol hubungan antara Allah dan umat perjanjian-Nya. Itu sebabnya, misalnya, pada berbagai kesempatan Alkitab menggunakan gambaran seorang perempuan yang tidak setia untuk melambangkan kemurtadan yang terjadi di Israel kuno. Sebagai contoh, kembali kepada Keluaran, Tuhan berkata kepada umat-Nya bahwa mereka seharusnya tidak menjalin hubungan dekat dengan orang-orang kafir di sekitar mereka karena orang-orang kafir adalah orang yang sangat jahat yang bisa menyesatkan bangsa Israel.
Baca Keluaran 34:15, 16. Apakah gambaran yang digunakan Tuhan dalam amaran khusus ini? Bagaimanakah hal ini dapat dipahami dalam konteks umat Allah sebagai orang yang "dinikahkan" dengan Dia? Lihat Yer. 3:14.
__________________________________________________________________________________
Pada saat yang sama, citra gereja sebagai mempelai Kristus menunjuk kepada persatuan antara sesama orang percaya dan dengan Kristus, terutama ketika dipahami dalam konteks cita-cita Alkitab untuk pernikahan; seorang pria dan seorang wanita dalam hubungan yang penuh kasih dan pengorbanan diri.
Baca Efesus 5:28-32 dan Wahyu 19:5-9. Apakah yang diajarkan oleh ayat ini?
_________________________________________________________________________________
Pada ayat-ayat ini, hubungan dalam pernikahan yang ideal diperbandingkan dengan hubungan Allah dan umat-Nya. Allah mengajak umat-Nya untuk bergabung dengan Dia dalam hubungan yang intim. Ini merupakan gambaran yang menakjubkan perihal kepedulian Allah terhadap umat-Nya dan keinginan-Nya untuk membawa kita ke dalam persekutuan-Nya.
Apakah pilihan yang dapat Anda lakukan yang akan menarik Anda lebih dekat kepada Tuhan dan lebih dekat dengan cita-cita yang dilukiskan dalam konsep pernikahan Alkitabiah? Mengapa hal itu merupakan soal pilihan yang Anda, dan hanya Anda sendiri, yang bisa melakukannya
Apakah pilihan yang dapat Anda lakukan yang akan menarik Anda lebih dekat kepada Tuhan dan lebih dekat dengan cita-cita yang dilukiskan dalam konsep pernikahan Alkitabiah? Mengapa hal itu merupakan soal pilihan yang Anda, dan hanya Anda sendiri, yang bisa melakukannya
JUMAT 1 MARET
PENDALAMAN: Dalam banyak hal, pemahaman yang tepat tentang moralitas, terutama moralitas seksual, jelas terkait dengan pemahaman yang tepat tentang asal-usul kita. Sebagai contoh: Filsafat evolusi tidak memberikan dasar yang objektif untuk adanya hubungan antara aktivitas seksual dan moralitas. Hewan memiliki berbagai jenis "sistem kawin." Beberapa spesies poligami, banyak yang sembarangan saja, hanya sedikit yang monogami, namun studi genetik telah mengungkapkan bahwa banyak spesies yang tampaknya monogami sebenarnya tidak begitu. Pada banyak spesies, seekor betina dapat melahirkan sekelompok anak yang tidak semua berayahkan individu yang sama. Tanpa standar moralitas objektif yang diberikan oleh Sang Pencipta, kita tidak akan memiliki dasar untuk mengevaluasi perilaku seksual apakah baik atau buruk secara moral. Dorongan saat ini untuk menyetujui pasangan homoseksual menggambarkan hal ini. Hanya dalam terang penciptaanlah pernikahan itu dapat dipahami dengan benar.
"Baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, hubungan pernikahan digunakan untuk mengibaratkan persatuan yang manis serta suci yang ada antara Kristus dan umat-Nya. Bagi pikiran Yesus kegembiraan dalam keramaian pernikahan menunjuk jauh kepada kegembiraan hari itu apabila kelak Ia membawa mempelai perempuan-Nya ke rumah Bapa-Nya, maka yang ditebus itu bersama-sama dengan Penebus-Nya duduk dalam perjamuan nikah Anak Domba itu."----Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 150.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:
- Darwinisme menyangkal hal-hal seperti penciptaan Alkitabiah. Aturan perilaku seksual apakah, jika ada, yang disediakan Darwinisme, dan bagaimanakh hal-hal itu bertentangan dengan cita-cita Alkitabiah?
- Apa sajakah contoh Alkitab tentang pernikahan yang baik dan rumah tangga bahagia? Sebutkan beberapa contoh Alkitab tentang pernikahan dan rumah tangga yang tidak bahagia. Apakah yang bisa kita pelajari dari keduanya?
- Ulas kembali gambaran istri yang bijaksana dalam Amsal 31:10-31. Apakah yang harus menjadi karakter suami dan istri yang seperti itu?
- Dengan cara apakah jemaat Anda dapat menjadi tempat yang dapat membantu memperkokoh dan memperkuat teladan pernikahan? Apakah hal-hal praktis yang dapat dilakukan oleh jemaat Anda untuk mencapai tujuan itu?
Label:
Sekolah Sabat







